Tampilkan postingan dengan label Tausiah Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausiah Keluarga. Tampilkan semua postingan

Marshanda Berharap Dipertemukan dengan Laki-laki Baik


Marshanda tak ingin kembali terjatuh ke lubang yang sama. Ia kerap mengalami kegagalan dalam masalah percintaannya.

Oleh karena itu, Chacha meminta agar didoakan segera mendapat laki-laki yang lebih baik.

"Doain aja supaya aku bisa dapat laki-laki yang baik," ucap Chacha saat ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2016).

Dalam hubungan cinta terakhirnya bersama Egi John, Chacha pun mengalami kegagalan. Ia dan Egi bahkan sempat berseteru satu sama lain.

Meskipun demikian, Chacha tetap mendoakan yang terbaik untuk mantan kekasihnya itu. "Aku doakan aja yang terbaik," tutupnya. [okezone]

Bunda, Jangan Tinggalkan Anakmu di Rumah demi Mengejar Karir

MUSLIMANEWS. Mantan Biarawati yang saat ini memeluk agama Islam, Ustadzah Irena Handono mengingatkan kepada para Muslimah khususnya para Ibu rumah tangga untuk memberikan perhatian khusus dalam mendidik anak, mendidik anak di era seperti ini dibutuhkan ekstra pengawalan. Ekstrimnya, jika perlu dari tidur hingga bangun tidur kita memantaunya.


“Ibu banyak meninggalkan pekerjaan utamanya mengurus anak. Andai memiliki baju bagus, tapi baju tersebut diletakan di lemari pembantu, bagaimana perasaannya? Tentu tidak ikhlas, bukan?” ujar Ustadzah Irena dalam sebuah kajian “Wahai Bunda Didiklah Aku dalam Islam” yang dibawakan oleh Pengasuh Majlis Ta’lim Al-Muhtadin dan Forum Komunikasi Lembaga Pembina Muallaf.

Kondisi saat ini menurut Ustadzah Irena banyak para ibu jauh bagi anak, bahkan seolah “tidak ada”, untuk mengurus anak saja seorang ibu saat ini sudah membutuhkan baby sitter.


Mantan biarawati keturunan Thionghoa ini menitipkan pesan moral para para ibu tentang mendidik anak. Ia menganalogikan seorang anak bagaikan gaun yang sangat mahal dan mesti dijaga super ketat.

“Mahal mana, gaun dengan putra dan putri kita yang dipercaya oleh baby sitter? Anak jangan dititipi oleh orang yang ‘tidak terpelajar” Tanya Ustadzah Irene.

Ustadzah Irena menyebutkan amanah orangtua di dalam al-Qur’an. ”Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah Subhanahu Wata’ala terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,” ujarnya mengutip Surat At-Tahrim: 6.

Karenanya, para orangtua disarankan memperhatikan ayat ini agar terus termotivasi jauh dari neraka. Sebab pengikisan agama terjadi secara perlahan karena pengaruh budaya dan pola pikir.

Anak-anak harus dijauhkan dari pergaulan yang bukan dari ajaran Islam, orangtua juga harus diberitahu dengan cara memberi keteladanan.

Harus disadarkan bawah orangtua yang “meninggalkan” anaknya di rumah dengan alasan bekerja adalah tidak benar dan resikonya tidak kecil bagi rumah tangga.

“Orangtua harus disadarkan. Keliru jika wanita bekerja di kantor atau pabrik. Sebab Ibu Rumah tangga itu pekerjaan mulia dan pendidikan yang utama,” ujarnya menambahkan.

Perempuan yang Sudah Menikah Harus Rajin Liburan, Ini Alasan Dibaliknya, Ternyata!!

MUSLIMANEWS | Siapa yang bilang kalau perempuan yang sudah bersuami tidak perlu liburan? Liburan itu sangat penting  bagi perempuan yang sudah bersuami, apalagi bagi para perempuan yang sudah memiliki anak.

Liburan menjadi salah satu kegiatan yang tidak boleh dilewatkan. Di luar dari kesibukan perempuan yang sudah berumah tangga yaitu mengurus pekerjaan rumah, belum lagi kalau dia juga merupakan perempuan bekerja. Kepenatan pasti sering terjadi.


Untuk itu, bagi kalian para istri, usahakan untuk membuat jadwal wajib liburan pada jangka waktu tertentu. Kenapa liburan perlu bagi perempuan yang sudah menikah? Berikut ini adalah beberapa alasannya.

Liburan dapat mempererat tali kasih dalam keluarga terutama dengan sang suami karena adanya quality time yang tercipta

Fakta yang ada dalam kehidupan nyata adalah kesibukan yang menyebabkan kurangnya komunikasi dalam sebuah keluarga. Apalagi bagi seorang istri dan suaminya. Sang suami sibuk bekerja dan istri sibuk mengurus rumah tangga.

Belum lagi kalo sang istri merangkap sebagai perempuan bekerja. Hampir dipastikan akan sangat minim quality time yang ada dalam keluarga tersebut karena kesibukan masing-masing yang sangat padat.

Karena itulah penting bagi kamu yang sudah menikah untuk menjadwalkan liburan pada jangka waktu tertentu. Untuk apa? Hal itu untuk menciptakan quality time dalam keluarga dan untuk mempererat tali kasih dalam keluarga itu sendiri.

Liburan dapat menghilangkan kebosanan yang disebabkan oleh kesibukan sehari-hari

Sangat munafik kalau seorang perempuan yang sudah menikah tidak bosan dengan kesibukan yang selama ini ia lakoni. Kebosanan adalah hal wajar. Mengingat seorangistri tidak ada hentinya mengurus pekerjaan rumah tangga dan harus melayani suami serta anak-anaknya. Solusi dari kebosanan itu sendiri adalah liburan. Liburan dapat menjadi sarana untuk menghilangkan kepenatan dan kebosanan yang sudah menumpuk.

Liburan akan menciptakan suasana romantis dengan sang suami

Tidak bisa terelakan bahwa keromantisan yang ada dalam hubungan suami istri jarang tercipta dengan adanya kesibukan masing-masing yang sangat padat. Akan sangat sulit untuk menciptakan suasana tersebut kecuali saat keduanya dalam keadaan free. Sedangkan keadaan tersebut sangat jarang keberadaannya. Oleh karena itu, kenapa tidak mengambil cuti untuk berlibur bersama sang suami tercinta dan menciptakan suasana romantis tersebut di tempat yang romantis pula.
Liburan dapat menjadi momen indah bersama suami dan anak-anak untuk diabadikan

Momen yang perlu dibadikan, salah satunya adalah momen-momen liburan keluarga. Karena pada saat itulah kebahagiaan ada dalam wajah mereka dan kebersamaan sangat identik pada saat liburan tersebut. Menggunakan momen liburan sebagai momen untuk mengabadikan kebersamaan dan kebahagiaan keluarga adalah ide yang sangat cerdas.

Liburan menjadi saat-saat untuk bersantai dan setidaknya untuk sejenak melupakan kesibukan sehari-hari

Setelah menjalankan kesibukan sehari-hari yang sangat melelahkan, pastinya sebagai seorang istri kamu akan membutuhkan waktu sejenak untuk bersantai. Apalagi jika momen santai tersebut didampingi oleh sumi tercinta. Kamu yang sudah menikah, sangat perlu pergi untuk liburan bersama orang terkasih. Karena pasti sangat melelahkan saat harus mengurus pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan lainnya setiap hari.

LAKI-LAKI HARUS BACA INI!!! Inilah 7 Ciri-ciri Istri Pengundang Rezeki Bagi Suaminya, TOLONG SEBARKAN!!!

MUSLIMANEWS | MasyaAllah, Inilah keindahan ajaran Islam, Ternyata, TIDAK DENGAN Hanya Bekerja Saja Pasangan suami Istri Bisa mendatangkan rezeki. Namun DENGAN Memperbaiki akhlak Serta memperbanyak berbuat baik, Maka DENGAN Mudah rezeki akan Sering Datang Kepada SEBUAH Keluarga.
Jika biasanya suami bertanggungjawab Mencari nafkah, Maka Istri pun memiliki tanggungjawab berbaring Yang TIDAK Kalah Penting. Perilaku Seorang Istri Ternyata akan berdampak Terhadap sedikit ATAU banyaknya rezeki Yang didapatkan suami. Mencari Google Artikel mengenali Ciri Istri berikut, Pasangan Keluarga Bisa Memperbaiki rezeki Yang mungkin Saja tersendat selama inisial.


1. Wanita Yang taat PADA Allah Dan rasulNya.

Ada empat dalam faktor Yang Menjadi Pertimbangan SEBELUM menikahi seorang wanita, Yaitu KARENA (1) kecantikannya, (2) keturunannya, (3) hartanya Dan (4) agamanya. Kita diperintahkan untuk review memilih wanita KARENA faktor agamanya, Beruntung Sekali jika Bisa get keempatnya. Wanita Yang taat PADA Allah Dan Rasulnya akan membawa rumah tangga Menuju Surga, Menuju ketentraman. Rumah tangga Yang tentram, Nyaman, bahagia Adalah rezeki Yang Sangat Berharga. Rumah tangga Yang dinahkodai suami Yang saleh didampingi Istri yang salehah akan menjadikan rumah tangga ITU berberkah, menghasilkan Anak-anak Yang saleh / salehah, ridha get Dan rahmat Allah.

2. Wanita Yang taat PADA suaminya.

Jika aku boleh menyuruh Seseorang untuk review sujud Kepada orangutan berbaring niscaya aku akan menyuruh Seorang Isteri untuk review sujud Kepada suaminya (HR Tirmidzi Dan Ibnu Majah). Sepanjang Perintah suami TIDAK bertentangan DENGAN agama, Maka Isteri wajib mentaatinya. Ketaatan Seorang Isteri PADA suaminya akan MEMBUAT hati suami Tenang Dan Damai Dan Bisa menjalankan kewajibannya Mencari rezeki Yang untuk review halal Keluarga. Akan halnya wanita Yang berkarier di-luar rumah Bisa Tetap Bekerja Sepanjang suaminya mengizinkan Dan kewajibannya untuk review Menjaga Diri DENGAN Baik di Tempat kerja.

"Laki-laki Adalah Pemimpin differences wanita KARENA Allah Telah melebihkan sebagian mereka Dari (laki-laki) differences sebagian yang lain (wanita) Dan DENGAN sebab Sesuatu Yang Telah mereka (laki-laki) nafkahkan Dari harta-hartanya. Maka wanita-wanita Yang saleh Adalah Yang taat Lagi memelihara Diri di Belakang suaminya sebagaimana Allah Telah memelihara Dirinya ". (QS An Nisa: 34).

3. Wanita Yang Melayani suaminya DENGAN Baik.


Tugas Utama Isteri Adalah menjalankan telkom rumah tangga DENGAN sebaik-baiknya, Melayani suami DENGAN Baik Serta mendidik anak-anaknya. Isteri yang Baik berusaha Melayani suaminya DENGAN Baik seperti menyiapkan makanannya, keperluannya menyiapkan, memenuhi Kebutuhan biologisnya, Menjaga Perasaan suaminya Jangan Sampai suaminya Terluka KARENA sikapnya. Wanita Yang demikian akan Menjadi kesayangan suaminya Dan Bisa Menjadi mitra yang Baik hearts mewujudkan rumah tangga sakinah Yang Dan menarik HAL-HAL postif hearts rumah tangganya, termasuk rezeki Bagi suaminya.

4. Wanita Yang Berhias hanya untuk suaminya.

"Sesungguhnya halaman WordPress ITU Adalah Perhiasan Dan sebaik-Baik Perhiasan Dunia Adalah wnita salehah" (HR Muslim). Adalah Sifat wanita Yang Suka bersolek Dan Berhias, wanita TAPI Yang saleh Hanya Berhias Dan menampakkan Perhiasan untuk review suaminya.

Wanita Yang jika dipandang suaminya Selalu Menyenangkan Dan industri tahu bagaimana Menyenangkan suaminya. Wanita Yang bahkan Malaikat pun mendoakannya akan memudahkan rezeki Datang padanya.

5. Jika ditinggal Menjaga Kehormatan Dan harta suami

Saat suami Keluar Mencari nafkah, Isteri Yang ditinggalkan di rumah Harus Menjaga kehormatannya, Menjaga Dirinya Dari Tamu Yang TIDAK Pantas, membatasi Keluar rumah Jika tidak Terlalu Penting. Harta suami Yang dititipkan padanya dipergunakan PADA HAL-HAL Yang bermanfaat DENGAN seizin suaminya. Wanita seperti ini Label memudahkan rezeki MASUK KE hearts rumahnya SEBAGAI upah Dari ketaatannya Kepada Allah Dan Kesetiaan PADA suaminya.

6. Wanita Yang Senantiasa meminta ridha suami atasnya

Wanita Suami industri tahu bagaimana Menyenangkan hati suaminya. Menjaga SIKAP Dan Perilaku agar TIDAK menyinggung Dan melukai Perasaan suaminya. Dia Selalu berusaha agar suaminya TIDAK marah padanya. Dia TIDAK akan Pergi Tidur hearts keadaan marah ATAU Meninggalkan suaminya hearts keadaan marah Sampai memperoleh maafnya. Mengajak suaminya bercanda untuk review menceriakan perkawinannya. Berusaha mendidik anak-anaknya DENGAN Baik. Menjaga rahasia Perkawinan Dari orangutan lain. "Maukah Kalian kuberitahu Isteri-Isteri Yang Menjadi Penghuni Surga Yaitu Isteri Yang Penuh kasih sayang, Banyak Anak, Selalu Kembali Kepada suaminya, Dimana jika suaminya marah dia mendatangi suaminya Dan meletakkan tangannya PADA serbi suaminya seraya Berkata" Aku tak DAPAT Tidur SEBELUM Engkau ridha " (HRAn Nasai). Isteri seperti Suami Isteri Adalah Yang dimudahkan rezekinya melalui serbi suaminya KARENA Amalan Dan Kesetiaan PADA suaminya,

7. Wanita Yang MENERIMA pemberian suami DENGAN Ikhlas

Wanita Yang TIDAK PERNAH mengeluh berapapun rezeki Yang Dibawa Pulang suaminya. Selalu ikhlas MENERIMA Dan menghargai apapun Yang diberikan suami kepadanya. Banyak disyukuri sedikit pun ikhlas diterima DENGAN. Wanita seperti Suami Adalah wanita Yang mensyukuri rezekinya. Allah menjanjikan bahwa jika Sudah kitd Bersyukur Dia akan Menambah rezeki kitd. Wanita Yang Bersyukur Dan ikhlas rezekinya Senantiasa bertambah Baik kuantitas maupun keberkahannya Yang akan diberi Allah Langsung padanya ataupun memlalui suaminya

Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya, Jangan lupa share info penting ini..

Subhanallah !! Laki-Laki itu Rezekinya tak Banyak, Rezeki yang Ada Adalah Rezeki Anak dan Istri Sholehah... Bantu SHARE!!

Laki-laki itu Rejekinya tak banyak, Rejeki yang ada yaitu rejeki anak serta istri...

Mau bukti?? Banding saja waktu anda masihlah sendiri belum berkeluarga. Jika juga banyak bakal habis -habis di jalan saja. tak sama waktu telah ada berkeluarga. Lantaran harga diri lelaki yaitu bekerja..
 

Laki-laki yaitu yang dapat merubah dunia walau sebatas depa, sembunyikan deritanya untuk menafkahi keluarganya, bukanlah yang cengeng berpangkutangan.. Insya Allah bernilai beribadah serta sebagai penghapus dosa..


"Bukanlah orang yang paling baik diantara kalian orang yang rajin melaksanakan ibadah mencari pahala akhirat dengan meninggalkan aktivitas bekerja untuk kebutuhan kehidupan dunia, serta bukanlah pula orang yang paling baik diantara kalian orang yang rajin bekerja dengan meninggalkan kesibukan beribadah.

Orang yang paling baik di pada kalian yaitu yang melakukan keduanya : rajin bekerja serta rajin juga melaksanakan ibadah. Sebab kekayaan bisa jadikan sarana mencapai kebahagiaan akhirat. Karena itu, jangan sampai kalian jadi manusia pemalas. " (HR. Ibnu Asakir dari Anas).

"Barangsiapa di sore hari terasa kecapaian, lantaran seharian bekerja meraih kecukupan keluarga, jadi pada sore hari itu juga dia memperoleh curahan ampunan dosa. " (HR. Thabrani dari Ibnu Abbas)..

Buat Yang Ingin Menikah Inilah Mahar Nikah Yang Baik Dan Paling Bagus Dalam Islam, Yang Belum Banyak Diketahui

KGets News | Sahabat KGets News, Menikah itu baik maka harus dilandasi dengan motivasi yang baik pula, namun bagaimana jika desakan untuk menikah membuat kita tidak bisa berfikir jernih? Semua orang pasti ingin menikah baik laki-laki maupun perempuan, demikian anggapan yang umum dimasyarakat. Akan tetapi bagi sebagian orang menikah itu tidak semudah menemukan pasangan yang tepat lalu memasuki gerbang pernikahan begitu saja. Ada banyak tantangan serta halangan yang menjadikan jalan menuju pernikahan justru menjadi terasa jauh.


Pernikahan merupakan momen yang paling ditunggu oleh setiap pasangan pengantin. Siapa yang tidak menginginkan hidup bersama dengan orang yang kita cintai sampai maut memisahkan. Hidup bersama dengan bergandengan tangan menghadapi gelombang samudera yang mendera rumah tangga. Walaupun tidak ada pernikahan yang mulus, namun esensi dari pernikahan merupakan sebuah hal sakral yang wajib untuk dijaga. Ketika Anda mempersiapkan pernikahan, ada satu hal yang tidak boleh Anda lewatkan yaitu mahar nikah yang akan diberikan pada pengantin perempuan.

Nah, kali ini kita akan membahas mengenai segala hal yang berkaitan dengan mahar pernikahan yang baik dalam Islam. Mahar atau biasa kita sebut sebagai mas kawin merupakan salah satu syarat dari syarat sah nikah. Kita akan mendengar mahar atau mas kawin ini disebutkan pada saat pengucapan ijab dan qabul. Oleh karena itulah, mahar atau mas kawin wajib ada dalam pernikahan. Mahar sendiri bukan hanya sekedar pemberian dari suami ke istri namun ada makna yang lebih mendalam dari sebuah mahar yang diberikan pada saat pernikahan.

Apa mahar nikah yang paling bagus? Ada hadits berikut yang bisa diambil sebagai pelajaran.
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ الصَّدَاقِ أَيْسَرَهُ

“Sebaik-baik mahar adalah yang paling mudah.”

Dalam riwayat Abu Daud dengan lafazh,

خَيْرُ النِّكَاحِ أَيْسَرُهُ

“Sebaik-baik nikah adalah yang paling mudah.”

(HR. Abu Daud, no. 2117; Al-Hakim, 2: 181-182. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim juga shahih sebagaiman dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’, 6: 344)

Sahabat medianda hadits di atas menunjukkan bahwa mahar yang paling bagus dan menjadi mahar terbaik ialah mahar yang paling mudah untuk dipenuhi. Inilah yang dipersiapkan oleh calon suami, hendaklah pihak wanita atauu perempuan mudah menerima hal ini. Kalau maharnya itu serba sulit dan memberatkan, itu menyelisihi yang dituntunkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Padahal jika kita lihat yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mahar yang beliau berikan pada istrinya hanyalah 12,5 uqiyah, itu sekitar 500 dirham, setara dengan 15 juta rupiah. Ini mahar di masa silam yang tidak terlalu mahal.

Ada hadits pula dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مِنْ يُمْنِ الْمَرْأَةِ أَنْ تَتَيَسَّرَ خِطْبَتُهَا وَأَنْ يَتَيَسَّرَ صَدَاقُهَا وَأَنْ يَتَيَسَّرَ رَحِمُهَا

“Termasuk berkahnya seorang wanita, yang mudah khitbahnya (melamarnya), yang mudah maharnya, dan yang mudah memiliki keturunan.” (HR. Ahmad, 6: 77. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Mudahnya mahar mempunyai manfaat yang begitu besar yakni diantaranya:

1.       Mengikuti sunnah (ajaran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

2.       Memudahkan para pemuda untuk menikah.

3.       Mudahnya mahar akan menyebabkan cinta dan langgengnya kasih sayang.
Nah sahabat medianda itulah informasi penjelasan mengenai mahar pernikahan. Semoga bermanfaat. Bagi yang belum menikah, segeralah menikah. Kami doakan, semoga mendapatkan pasangan yang maharnya mudah.Aamiin

PARA ORANG TUA WASPADALAH !!! BACA INI !! AKIBAT ORANG YANG TAK DI KENAL MENGGENDONG ANAKNYA, LIHAT APA YANG TERJADI PADA BAYI INI

KGets News | ini kisah benar, kejadian baru berlaku sebentar semalam. Saya sampai di kampung dalam jam 6 petang semalam. Anak saya yang berusia 3 bulan elok saja disambut oleh atok dan neneknya. Ceria, ketawa, bermain bersama-sama.



Selepas saja selesai mandi, saya pakaikan baju, sampailah datang seorang makcik ini ke rumah kami. Tiba-tiba saja dia pun masuk ke bilik, tengok anak saya yang tersengih saja tengok makcik ini. Anak dah pandai minta dukung. Makcik pun pun sukalah, terus dukung anak dan bawa ke ruang tamu.
Beberapa minit kemudian, anak saya menangis tak berhenti-henti. Saya pujuk, tak layan sebab saya tahu anak saya bila dipujuk akan berhenti menangis. Tetapi ini tidak, saya terus suruh suami azan. Masih juga menangis tak henti-henti. Saya bacakan surah-surah pun tak berhasil. Sampailah kami sekeluarga menjadi panik.

Terus tengok jam, jam 7 malam.

Terus cakap pada nenek, maghrib tadi makcik ini datang. Entah-entah ada
benda.
Puas atok dan nenek serta suami pujuk ke depan belakang rumah, tetap sama.
Terus suami saya ajak pergi dari rumah itu.
"Dah! Jom keluar dari rumah ini!"

Saya ketakutan sebab dah maghrib. Suami paksa juga keluar dari rumah. Dengan apa yang sempat dicapai, dengan berkaki ayamnya, kami terus masuk kereta dan pergi ke rumah mak saya di kampung sebelah.

Dalam perjalanan, kami baca ayatul qursi sekuat-kuat hati bersama-sama. Saya hembus umbun-umbun, ulang sampai anak berhenti menangis.

"Pergi kau!!" saya jerit dengan kuat.

Terus anak saya teresak-esak, tersedu-sedu dan terus tidur. Sampai di rumah mak, saya menangis dan ceritakan apa yang telah berlaku.

Mak suruh saya beringat, anak kecil jangan diberi orang sentuh masa datang maghrib. Tetapi sebelum ini saya selalu peka tentang hal ini terutamanya suami balik kerja malam. Tapi tadi, tak tahu mengapa saya boleh terlupa. Pengajaran untuk semua. Berhati-hatilah ye.


Baca Juga : Nikah 2 Minggu Sudah Hamil 1 Bulan? Jangan Su'udzon Dulu, Ini Penjelasannya.. Ternyata...

Para Suami Wajib Baca! Manjakanlah Istrimu Sebagaimana Dia Memanjakan Anakmu...Karena...

KGets News | Pernahkah kita menyadari - bahwa istrilah yang bangun lebih pagi, karena harus menyiapkan sarapan untuk keluarga. Sehingga pada saat suami bangun pagi, makanan sudah tersedia. Bahkan istri cukup repot mengurus anak-anak yang harus berangkat ke sekolah. Setelah suami berangkat kerja, anak-anak sudah berangkat ke sekolah, istri harus mencuci pakaian, belanja, dan memasak untuk makan siang.

Lewat tengah hari memberi makan anak-anak, membimbingnya untuk tidur siang, lalu bersih-bersih, dn menyiapkan anak-anak berangkat mengaji, kemudian menyiapkan makan malam, bersih-bersih diri karena sebentar lagi suami pulang dari kantor.



Malam menemani anak-anak belajar, lalu ketika anak-anak mulai berangkat tidur, melayani suami sebagai tugas mulia. Sampai suami tertidur pulas dan mendengkur, barulah istri merebahkan badannya perlahan-lahan dan memejamkan mata. Untuk kemudian bangun pagi-pagi sekali sebelum suami dan anak-anak terbangun. Begitulah rutinitas kehidupan seorang istri dalam rumah tangga.

Apakah istri tidak layak mendapat penghormatan besar sari suami, terhadap jasanya yang tidak merasa lelah mengurus anak-anak dan keluarga?

Jika anggota keluarga sakit, roda kehidupan rumah tangga harus tetap berjalan, sehingga istri harus pontang panting menghadapi semuanya. Kalau suami sakit, segala kehidupan rumah tangga juga harus tetap berjalan. Bila istri yang sakit, bisa dipastikan aktivitas rumah tangga akan tersendat. Begitu besarnya peranan istri dalam rumah tangga, sehingga seakan-akan tidak boleh sakit. Selain itu, diantara tugas-tugas rutin menyita waktu yang penuh, istri juga harus tampil tetap cantik, kelihatan segar di mata suaminya.

Apabila kesibukan rumah tangga mmebuat penampilan jadi kedodoran, tidak bergairah, kuyu dan keletihan, banyak mengeluh, akan membuat pandangan suami menjadi negatif. Kehidupan rumah tangga yang dihadapi seorang istri, akan jauh berbeda dengan ketika pertama kali memasuki kamar pengantin, penuh kemesraaan, dan segalanya hanya untuk berdua, Semakin hari, perubahan bulan dan tahun, setelah hadir anak-anak, aktivitas istri semakin terus bertambah. Namun, banyak suami tidak sedikitpun melirik, dan menyadari peranan istri yang begitu besar dalam rumah tangga, ketika menjalankan fungsinya sebagai ibu rumah tangga.

Malah ada suami yang menggerutu ketika melihat istrinya tidak dapt tampil cantik dan segar, hanya karena tuntutan kesibukan sehari-hari yang mendera hidupnya. Sebenarnya sebagai seorang suami dapat merasakan keberadaan seorang istri dalam rumah tangga dengan rasa kemanusiaan. Betapa besar dan repotnya tugas istri dalam rumah tangga, ini yang sebaiknya disadari suami, lalu menjalin saling pengertian dan penuh perhatian dengan usaha dan cara-cara yang tepat, agar beban rumah tangga itu tidak terasa berat.

Perhatian suami terhadap istrinya yang sudah bekerja keras untuk keluarganya itu dapat merupakan cermin memiliki kehendak yang searah, sama-sama menginginkan kebaikan dan keindahan rumah tangga, menginginkan kemuliaan dan keselamatan dunia akhirat.

Kalau diawal pernikahan, pandangan suami terhadap istrinya adalah kecantikannnya, pada perjalanan berikutnya ialah, pandangan suami terhadap penghargaan kerja keras istri, ketulusannya mengurus keluarga, keramahtamahan, dan kehangatan yang di tengah kesibukannya mengurus keluarga tetap senatiasa terpancar untuk kenikmatan dirinya.

Hati suami sesungguhnya juga cermin, apakah ia memiliki rasa terima kasih terhadap kerja keras istrinya, atau mengabaikannnya, bahkan mencelanya setelah kondisinya yang keletihan dan tidak bersemangat. Keadaan lesu sang istri yang keletihan karena kerja keras setiap harinya itu, terkadang malah dijadikan alasan-alasan suami untuk berniat melirik wanita lain yang lebih muda, bergairah, dan cantik. Dari sinilah sering awal keindahan rumah tangga mulai memudar.

Artinya, pengertian suami sangat diperlukan, kapan saat membutuhkan penampilan istri cantik, segar dan prima. Apabila istri tidak dapat bersikap seperti yang dikehendaki, karena dalam kesibukan mengurus anak yang rewel, dan rumah senantiasa berantakan oleh tingkah laku anak, kata Ruqayyah Warsi Magsood; “Akuilah kerja keras dan pengorbanan mereka, nyatakan kebutuhan Anda dengan kehormatan.”

Perlu diingat, seorang wanita yang mau dilamar menjadi seorang istri dari seorang laki-laki dan bersedia meninggalkan rumah orang tuanya, karena menginginkan suami dapat melindunginya, menghormatinya, yang mencumbuinya, suami memberi waktu untuknya,

Sehingga waktu tidak hanya untuk pekerjaan rumah dan mengurus anak-anak saja. Suami harus mencontoh kehidupan Rasulullah SAW sebagai pemimpin pertempuran dimana-mana, tetapi ketika bersama istri-istrinya senantiasa memberikan kasih sayang dan kedamaian, tidak membebani istri, berusaha meringankan tugas-tugas istri, dan selalu menghindari kata-kata kasar dan menyakitkan. Sabda Rasulullah Saw : ”Orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik kepada istrinya, dan aku adalah yang paling baik kepada istriku”.


Suatu hal yang harus diketahui suami, bahwa hadiah termahal yang diberikan suami kepada istrinya dan anak-anaknya adalah berdialog, berkomunikasi, menyediakan kesempatan dan waktu untuk dapat bercanda. Apabila kita lihat kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW bersama para istrinya, maka kehidupannya merupakan contoh bagaimana canda tawa, cumbu rayu, kemesraan, sanjungan, keakraban selalu menghiasi dengan pujian-pujian.

Jika suami telah menutup mata dengan hal-hal yang baik seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW itu, berarti hatinya sudah terhimpit batu keras, sehingga perilaku seperti batu. Sementara kita hidup dengan ruh, bukan jasad saja, bagaikan batu. Kita bukan seperti batu yang tidak punya ruh.

Kita memiliki kehangatan yang selalu diiringi senyuman, sapaan manis yang dapat menghilangkan beban kelelahan fisik sitri yang telah bekerja keras dari pagi buta hingga larut malam, sehingga hatinya menjdai berbunga dengan pujian. Mengapa tidak bercermin pada rumah tangga Rasulullah SAW, yang pantas dijadikan teladan? Firman Allah SWT :

“Sesunggunya telah ada pada Rasulullah (Muhammad SAW) teladan yang baik bagi siapa yang mengharap (anugrah) Allah dan (ganjaran di) Hari Kemudian, serta banyak menyebut nama Allah” (Q.S AL-Ahzab :21)

Pujian memang sangat disenangi wanita dan dapat membesarkan hatinya sesuai dengan fitrahnya menyenangi hiasan dan pujian. Bagi seorang istri, pujian adalah dasar yang kuat menjadi pondasi hubungan rasa cinta, kasih sayang, produktivitas dan pembinaan. Pujian akan menciptakan suasana yang kondusif untuk menguatkan hubungan-hubungan itu agar menghasilkan sesuatu yang diharapkan, yaitu kebaikan rumah tangga.

Pujian bagi istri adalah hal yang paling berharga lebih dari perhiasan yang mahal dan baju baru yang indah, karena perasaan dicintai akan muncul dari pujian itu, dan merupakan semangat bagi jiwa, tak ubahnya makanan vitamin bagi tubuh yang lelah. Berterima kasihlah kepada istri yang dengan tangannya, kesungguhannya, ketulusannnya telah menyediakan waktunya untuk menyiapkan segala kebutuhan rumah tangga.

Ucapkanlah selamat dan terima kasih atas pelayanan dan kebersamaannya dengan kita, kesanggupannya menjaga rumah dan anak-anak dengan baik. Katakan semua itu dengan jujur dan penuh mesra, itu sudah membuatnya bahagia dan menanamkan kasih sayang di hati istri kita. Bila hati istri senang, ia akan lebih hangat melayani suami dan hidup menjadi tentram dan tenang. Rasulullah AW bersabda : ”Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik ahlaknya, dan manusia terbaik diantara kalian adalah yang tebaik kepada istri-istrinya”.

Kebersamaan suami istri dalam rumah tangga adalah diwarnai saling menghormati. Terutama suami memberi penghormatan yang tinggi terhadap kerja keras istri shalelah, yang dirangkum dalam kecintaan yang suci dan setia kepada pasangannya, yang telah menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik.

Kehidupan suami istri yang baik saling pengertian, dan mau berterima kasih, sehingga akan menjadikan rumah tangga kompak dan istimewa. Masing-masing suami istri menjalankan kewajiban, tugas dan haknya, menuju kea rah membangun rumah tangga bahagia. Dan bagi suami tidak akan mendatangkan bahaya jika berterima kasih kepada istrinya yang telah bangun lebih pagi, dan tidur larut malam saat semua keluarga sudah terlelap, lalu sehari-hari waktunya penuh mengabdi kepada kepentingan rumah tangga.

Disadari atau tidak, pekerjaan para istri lebih banyak daripada suami. Dari pagi sampai malam hari, pekerjaan mereka seolah tidak ada hentinya. Mulai dari mengurus anak-anak, melayani keperluan dan kebutuhan suami, hingga mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya. Itulah sebabnya, seorang suami harus menghargai jerih payah istrinya.

Diantaranya :
1. Memberikan pujian atas semua pekerjaanya dan tidak melecehkan kelemahannya.
2. Memberi dukungan moral dan bantuan tenaga untuk meringankan beban tugas dan perannya.
3. Jika memungkinkan, penuhi segala keperluan yang dapat memudahkan tugas-tugasnya itu.
4. Memberikan hadiah tertentu yang dapat menyenangkan hatninya. Tentu bukan mahalnya yang jadi prioritas, tetapi bentuk kesungguhan perhatian yang lebih utama.

silahkan bagikan bila ini menurutmu bisa menggubah pribadi para suami menjadi lebih baik...

Wahai Istri, Ucapkan Kalimat Ini Sebelum Suamimu Bekerja di Pagi Hari, Karena Ini Manfaat Menakjubkannya!!

KGets News | Setelah terjadi akad nikah, seorang laki-laki secara otomatis menjadi suami dan perempuan menjadi istrinya. Kehidupan suami istri dalam rumah tangga dimulai pada saat itu.


Suami sebagai kepala rumah tangga berkewajiban memberi nafkah kepada istri dan anaknya.

Salah satu usaha yang dilakukan untuk mencari nafkah adalah bekerja sesuai dengan kapasitas yang dimiliki, baik di sebuah perusahaan atau pun berwiraswasta.



Waktu yang paling baik untuk mulai bekerja adalah di pagi hari. Karena pada saat itu matahari terbit untuk menyinari dunia, menyingkirkan hawa dingin, membunuh virus-virus penyakit, dan menyemangati kehidupan manusia.

Beraktivitas di pagi hari menimbulkan rasa optimisme yang tinggi bagi seseorang, agar dia bisa mengisi hari itu dengan rangkaian kegiatan yang menghasilkan dan bermanfaat bagi dirinya.

Orang yang berbahagia di antara kita adalah dia yang hari-harinya penuh dengan amal shalih, penghasilan yang halal dan mengulurkan bantuan kepada orang yang membutuhkan.

Sementara itu, orang yang celaka di antara kita adalah dia yang hari ini seperti hari kemarin yang penuh dengan kemalasan, tindakan-tindakan dosa, rezeki yang haram dan enggan memberi bantuan.

Seorang laki-laki yang sukses dalam kehidupannya dapat dipastikan di belakangnya terdapat istri yang sukses dalam kehidupannya. Yaitu perempuan yang memiliki keimanan dan dapat menerima keadaan suaminya, rezekinya, pekerjaannya, rumahnya dan anak-anaknya.

Seorang istri yang sukses pasti memiliki semangat dan keimanan bahwa rezeki dari Allah Ta’ala akan sampai kepada keluarganya jika Allah Ta’ala menghendakinya meski manusia berusaha menghalanginya.

Sebaliknya, rezeki itu tidak akan mengalir kepadanya jika Allah Ta’ala mencegahnya, meskipun manusia berusaha untuk membawakannya.

Istri yang sukses akan selalu mengingatkan suaminya setiap pagi dengan hal-hal yang biasa diucapkan oleh wanita-wanita shalihah tempo dulu kepada suaminya.

Mereka selalu memegang baju suaminya sebelum pergi bekerja dan berkata,

“Wahai suamiku, takutlah kepada Allah Ta’ala dalam urusan kami, jangan memberi makan kami dengan rezeki yang haram, kami kuat menahan panasnya lapar dan dahaga, tetapi kami tidak kuasa menahan panasnya api neraka.”

Istri shalihah tidak akan membebani suaminya dengan segudang tuntutan, permintaan, kebutuhan dan perabotan rumah tangga yang dianggarkan untuk sebulan, setengah tahun atau pun setahun.

Istri shalihah tidak akan menuntut rezeki esok, karena rezeki esok belum datang.

Istri shalihah memberi kepercayaan diri kepada suaminya atas kemampuannya dalam bekerja dan mengais rezeki.

Istri shalihah tidak menyepelekan suaminya karena kelemahannya dan sedikit penghasilannya. Ia juga tidak malu karena pekerjaan suaminya.

Istri shalihah senantiasa membantu suaminya menentukan pekerjaan yang ia tekuni, memberi masukan, mengingatkannya untuk menambah wawasannya terkait dengan pekerjaannya dan bersabar.

Modal semangat saja tidak cukup untuk meraih sebuah sukses, tetapi harus disertai wawasan dan ketekunan.

Wahai para istri!

Jika suamimu seorang karyawan biasa maka motivasilah dia agar belajar menjadi seorang karyawan teladan. Bantulah suamimu itu untuk fokus pada satu tujuan, sehingga ia tidak menyimpang.

Jika suamimu belum menyelesaikan studinya, maka doronglah dia untuk menyelesaikannya.

Temani dia dalam belajar sampai larut malam, motivasilah dia setiap saat dengan mengatakan kepadanya,

“Saya senang kehidupan seperti ini. Saya akan hidup pada hari ini untuk mengurus semua, dan saya siap bersabar dengan kerepotan yang akan saya hadapi setiap saat.”

Jika suamimu seorang pejabat dan di kantornya banyak proposal penting atau surat sumbangan bagi orang yang membutuhkan yang butuh tanda tangan persetujuannya maka katakan kepadanya,

“Kebaikan tidak akan pernah sirna, dosa tak mungkin terlupa, sementara Allah Ta’ala adalah Dzat Yang Maha Hidup dan tiada akan mati.”

Katakan pula kepadanya,

“Sesungguhnya Allah Ta’ala memiliki hamba-hamba yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Manusia pasti menujunya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Mereka adalah orang-orang yang selamat dari siksa Allah Ta’ala kelak pada hari Kiamat.”

Sebutkanlah kepadanya sebuah hadits Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam yang berbunyi,

“Barangsiapa yang melapangkan kesusahan hidup seorang mukmin di dunia maka Allah Ta’ala akan menghilangkan kesusahannya kelak pada hari Kiamat.”

Sungguh, keberkahan datangnya hanya dari Allah Ta’ala, bukan karena banyaknya harta benda.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bersabda,

“Sesungguhnya setiap daging yang tumbuh dari hal haram maka neraka adalah tempatnya yang nyata.”

Selain itu, ucapkanlah kepada suamimu,

“Layanilah semua lini masyarakat, mudahkan segala urusan pekerjaan mereka tanpa suap, takutlah engkau kepada Allah Ta’ala dalam mencari rezeki untuk kami.”

Nasihatilah suamimu untuk mencari teman yang baik dengan mengatakan,

“Pergaulilah rekan-rekan kerjamu yang baik-baik dan hindari mereka yang jahat, karena kebaikan akan menular dan kejahatan benar-benar menyakitkan.

Sesungguhnya siapapun mampu merubah jalan hidupnya jika ia menghiasi diri dengan keimanan, kesabaran dan keuletan.

Wahai suamiku, pengalaman adalah bukti nyata dan guru terbaik.”

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan Allah. Amiin.

Dikutip dari buku Kuni Aniqah karya Shafa Syamandi.

Suami Wajib Baca!! Kata Rasulullah, yang Wajib Mencuci Pakaian Itu Para Suami Bukan Istri, Sebarkan!!

KGets News | Syaikh Fuad Shalih dalam bukunya Liman Yuriidu Az Ziwaaj wa Tazawuj menyampaikan empat nasihat Rasulullah SAW untuk para suami. Termasuk mengenai tugas cuci pakaian.

Syaikh Fuad merasa perlu mencantumkan hadits ini agar para suami berbenah diri; tidak hanya menuntut istri mempersembahkan yang terbaik bagi dirinya, tetapi juga ia mempersembahkan yang terbaik untuk istrinya.

Empat nasihat ini secara khusus mengajarkan suami untuk berpenampilan menarik di rumah.

Berikut ini, empat nasihat itu:



Cucilah Bajumu
Nasehat pertama ini memiliki dua dimensi. Dimensi pertama ada pada proses. Dimensi kedua terletak pada hasilnya.

Sebagai sebuah proses, “cucilah bajumu” berarti berbagi dengan istri dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan domestik, khususnya bagi keluarga yang tidak memiliki khadimat.
Mencuci baju tidak dibebankan kepada istri saja, melainkan suami juga melakukannya. Baik mencuci dengan tangan maupun dengan mesin cuci.

Konsep berbagi peran inilah yang diteladankan oleh Rasulullah. Kendati beliau adalah Nabi, pemimpin negara, qiyadah dakwah dan panglima perang, beliau menyempatkan diri untuk membantu istri-istrinya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga.
Ditinjau dari dimensi hasil, “cucilah bajumu” membuat suami tampil dengan pakaian rapi di depan istrinya. Tidak kusut. Tidak menyebalkan.

Mungkin sebagian suami tidak merasa perlu tampil rapi di hadapan suaminya, terlebih ketika malam tiba. Namun, jika ia menuntut istrinya tampil prima di depannya, mengapa ia tidak menuntut dirinya melakukan hal yang sama?

Bukankah Islam menjunjung keadilan? Kita para suami kadang belum juga mengerti bahwa wanita itu tidak selalu mencurahkan perasaannya kepada suami.

Ia kadang menyimpannya di hati dan berusaha menyabarkan diri. Saat kita para suami dengan mudah mengatakan “Pakaialah baju yang indah”, para istri hanya menahan sabar melihat kita menghampirinya dengan bajuberbau.
Mari kita berusaha berubah. Menjadi suami yang lebih
rapi di depan
istri.


Rapikan rambutmu
Ketika berangkat kerja, ketika pergi ke kantor, ketika hendak syuro, ketika mau mengisi pengajian, kita para lelaki yang katanya tidak suka dandan, minimal merapikan rambut.
Lalu saat hanya berdua dengan istri, mengapa kita tidak melakukan hal serupa? Bukankah jika begitu kita lebih mengutamakan orang lain daripada istri kita sendiri? Padahal rekan-rekan kerjanya tidak memasakkannya.

Teman-temannya juga tak bisa merawatnya ketika ia sakit. Yang setia menemani, yang setia merawat adalah istri. Dan tidak ada orang lain yang bisa menghangatkannya di kala kedinginan kecuali istrinya sendiri. Lalu mengapa kita sebagai suami justru tak bisa tampil rapi saat bersamanya?

Gosoklah gigimu

Bau mulut adalah satu hal yang mengganggu komunikasi dan menjadi pembatas kedekatan. Ketika seorang suami tak suka istrinya mengeluarkan bau saat ia berbicara, demikian pula istri sebenarnya tak suka jika suaminya menghampirinya dengan bau yang tak sedap.
Adalah junjungan kita yang mulia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, setiap akan masuk rumah, beliau bersiwak terlebih dahulu.

Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Bunda Aisyah menjadi saksi kebiasaan Rasulullah ini. Ketika ditanya, “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rasulullah jika dia memasuki rumahnya?” Beliau menjawab: ”Bersiwak”.
Maka sungguh nasehat ini harus dikerjakan oleh para suami. Hendaklah ia rajin bersiwak atau menggosok giginya.

Jika berduaan dengan istri, pastikan sudah gosok gigi. Pastikan tak ada bau yang mengganggu. Hingga curhat pun menjadi mengasyikkan. Hingga berduaan pun jadi penuh kemesraan.

Dan lebih dari itu, menggosok gigi atau bersiwak mendatangkan dua kebaikan. Kebersihan dan kesehatan mulut, serta mendatangkan keridhaan Tuhan. “Bersiwak itu membersihkan mulut dan membuat Tuhan ridha” (HR. Al Baihaqi dan An Nasa’i).
Berhiaslah untuk istrimu

Para sahabat Nabi adalah suami-suami yang terdepan dalam mengamalkan nasehat ini. Ibnu Abbas mengatakan, “Aku suka berhias untuk istriku sebagaimana aku suka istriku berhias untukku.”

Mengapa demikian, karena Ibnu Abbas yakin, “Sesungguhnya berhiasnya suami di hadapan istrinya akan membantu istri menundukkan pandangannya dari melihat laki-laki selain suaminya. Berhiasnya suami di hadapan istrinya juga makin mendekatkan hati keduanya.”
Jika para sahabat yang sibuk berdakwah dan berjihad tidak lalai berhias untuk istrinya, bagaimana dengan kita? Semoga bisa meneladani mereka.

Istri Wajib Baca : Sekalipun Pekerjaan Rumahtangga Amat Berat, Inilah Alasan Mengapa Istri Sebaiknya Tidak Mengeluh

KGets News | Ini Alasan Mengapa Istri Sebaiknya Tidak Mengeluh Sekalipun Pekerjaan Rumahtangga Amat Berat

Pekerjaan rumah tangga bisa dibilang sebagai pekerjaan yang tidak terlihat. Ia baru terlihat justru ketika tidak dikerjakan, ya kan?



Dari mulai lantai yang berdebu, rumah berantakan, cucian kotor menumpuk, baju menggunung. Akan tetapi kalau dikerjakan, malah tidak akan terlihat, seolah-olah rumah tampak rapi dan bersih itu sudah kewajaran atau keharusan. Kalau rumah kotor ada saja yang protes.

Wajar jika banyak ibu rumah tangga dilanda stres, melihat pekerjaan yang terus-menerus ada, tak kunjung usai. Baju kotor setiap hari selalu ada, piring dan gelas kotor hampir tiap jam bertambah, lantai berdebu setidaknya pagi dan sore memanggil untuk disapu dan dipel. Belum lagi urusan masak di dapur. Belum lagi urusan anak.

Sedemikian banyaknya pekerjaan rumah tangga yang perlu dilakukan, akan tetapi wahai Istri, wahai Ibu, jangan sampai mengeluh pada selain Allah, karena apa yang Engkau lakukan adalah hal yang luar biasa.

Berikut ini beberapa alasan wanita untuk tidak mengeluh sekalipun pekerjaan rumah tangga dirasa amat berat:

1. Bentuk jihad ibu rumah tangga

“Seorang wanita datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata : “Wahai Rasulullah, laki-laki memiliki keutamaan dan mereka juga berjihad di jalan Allah. Apakah bagi kami kaum wanita bisa mendapatkan amalan orang yang jihad di jalan Allah? Rasulullah bersabda : “ Brangsiapa di antara kalian yang tinggal di rumahnya  maka dia mendapatkan pahala mujahid di jalan Allah.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Adzim surat Al Ahzab 33)

Wanita yang berkarir di luar rumah bisa jadi berjihad, bisa juga sebaliknya. Tergantung dalam konteks apa ia bekerja, apakah untuk menafkahi anak-anak karena suami telah meninggal? Berkontribusi pada umat karena keahliannya dibutuhkan? Atau sekadar untuk nambah uang jajan supaya bisa belanja dan jalan-jalan ke luar negeri?

Sedangkan ibu rumah tangga jihadnya jelas, mengurus anak di rumah, menjadi manajer di rumah, oleh sebab itu sekalipun amat melelahkan dan seolah tidak berujung, bahkan juga tidak bergaji, semoga Allah mencatat setiap pekerjaan rumah tangga yang kita lakukan sebagai ibadah bahkan jihad.

2. Lebih sesuai dengan sunah Rasulullah

“Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka.” (HR. Ahmad 6/297).

Artinya, ibu rumah tangga yang rela berdiam diri di rumah bisa terhitung sedang beribadah karena mengikuti sunah Rasulullah yang menyatakan masjidnya para perempuan adalah berdiam diri di rumahnya.

3. Tidak menyelisihi fitrah perempuan

Perempuan yang tinggal di rumah in syaa Allah cenderung untuk tidak menyelisihi fitrahnya, yakni mengurus anak-anaknya. Sedangkan perempuan yang berkarir di luar harus ekstra memperhatikan tanggungjawab pekerjaan/ karirnya dengan keperluan anak-anaknya.

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Pemimpin negara adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin bagi anggota keluarga suaminya serta anak-anaknya dan ia akan ditanya tentang mereka. Seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari 893 dan Muslim 1829).

4. Ganjarannya surga

Jika dijalankan dengan ikhlas, maka ganjaran yang paling pantas untuk para ibu rumah tangga adalah surga Allah, dan ia bisa memilih masuk dari pintu yang mana.

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya),” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani).

Semoga bermanfaat, tetap semangat!



Sumber: ummi-online.com

Kisah Aneh Tapi Nyata yang Terjadi Pada Jenazah Seorang Pejabat, Merinding!

KGets News | Ini adalah kisah nyata, kisah proses penguburan seorang pejabat di sebuah kota di Jawa Timur. Nama dan alamat sengaja tidak disebutkan untuk menjaga nama baik jenazah dan keluarga yang ditinggalkan.



Insya Allah kisah ini menjadi hikmah bagi kita semua sebelum ajal menjemput. Kisah ini diceritakan langsung oleh seorang modin (pengurus jenazah) kepada Bapak Wahyudi Wahidin, seorang sahabat Ustad Yusuf Mansur. Inilah kisah selengkapnya :
 "Saya (modin/pengurus jenazah) sudah terlibat dalam kepengurusan jenazah lebih dari 16 tahun. Sudah berbagai pengalaman telah saya lalui, sebab dalam kurun waktu tersebut sudah bermacam-macam jenis mayat yang saya tangani. Ada yang meninggal dunia akibat kecelakaan, sakit di usia tua, sakit jantung, bunuh diri dan sebagainya.



Bagaimanapun, pengalaman mengurus jenazah seorang pejabat yang kaya serta berpengaruh ini, menyebabkan saya mendapat kesempatan paling 'istimewa' di sepanjang hidup saya. Inilah pertama kalinya saya mengalami kejadian yang cukup aneh, menyedihkan, menakutkan, dan sekaligus memberikan banyak hikmah.



Sebagai modin tetap di desa, saya diminta oleh anak almarhum untuk mengurus jenazah bapaknya. Saya pun pergi ke rumahnya. Ketika saya tiba di rumah almarhum, tercium bau yang sangat busuk dari jenazah itu. Baunya cukup menjijikan dan membuat perut saya mual. Saya telah mengurus banyak jenazah tetapi baru kali ini saya bertemu dengan jenazah yang sebusuk ini.



Ketika saya lihat wajah almarhum, saya merasa tersentuh. Saya tengok wajahnya seperti dirundung oleh bermacam-macam perasaan antara takut, cemas, kesal dan lain-lain. Wajahnya seperti tidak mendapat cahaya dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.



Kemudian saya pun mengambil kain kafan yang dibeli oleh anak almarhum. Kemudian saya memotongnya. Kebetulan, disana ada dua orang yang pernah saya ajarkan ketika mereka mengikuti kursus kepengurusan jenazah. Saya ajak mereka membantu saya dan mereka pun setuju.



Tetapi selama memandikan mayat itu, kejadian yang aneh pun terjadi. Apabila memandikan jenazah, tubuh mayat itu perlu dibangunkan sedikit kemudian perutnya diurut-urut untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa dalam tubuhnya. Maka saya pun mengurut-urut perut almarhum. Namun apa yang terjadi pada hari itu sangat mengejutkan.



Allah Subhanahu Wa Ta'ala menunjukkan kekuasaannya pada hari itu, karena kotoran tidak keluar dari dubur jenazah melainkan melalui mulutnya. Hati saya berdebar-debar. “Apa yang sedang terjadi ini?”, saya pun bertanya-tanya. Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan kotoran, saya berharap hal itu tidak terulang lagi. Lalu saya mengurut perutnya untuk ketiga kalinya. Tiba-tiba ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta'ala berlaku kembali, ketika saya urut perutnya, keluarlah dari mulut mayat itu kotoran bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup. Ulat itu seperti belatung.



Padahal almarhum meninggal dunia akibat serangan jantung dan waktu kematiannya dalam tempo yang begitu singkat. Namun mengapa mayatnya sudah menjadi sedemikian rupa? Saya perhatikan wajah anak almarhum. Mereka terlihat terkejut, mungkin malu, dikarenakan apa yang terjadi kepada bapaknya. Kemudian saya menoleh ke dua orang yang membantu saya tadi, mereka juga terkejut dan panik. Saya katakan kepada mereka: “Ini adalah ujian dari Allah kepada kita!” Kemudian saya minta salah seorang yang membantu saya tadi untuk pergi memanggil semua anak almarhum.



Almarhum sebenarnya adalah orang yang beruntung karena mempunyai tujuh orang anak, semuanya laki-laki. Seorang berada di luar negeri dan enam lagi berada di rumah. Ketika semua anak almarhum masuk, saya nasihati mereka. Saya mengingatkan mereka bahwa tanggung jawab saya adalah membantu mengurus jenazah bapak mereka, bukan mengurus semuanya. Tanggung jawab sisanya dikenakan pada ahli warisnya. Sepatutnya sebagai anak, mereka yang lebih afdhal mengurus jenazah bapak mereka, jadi bukan hanya imam, bilal, atau guru saja yang mengurusnya.



Saya kemudian meminta izin serta bantuan mereka untuk menunggingkan jenazah itu. Takdir Allah kembali berlaku. Ketika ditunggingkan jenazah tersebut, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup, hampir sebaskom banyaknya, sementara baskom itu ukurannya kira-kira lebih besar sedikit dari tudung saji meja makan. Allahuakbar, suasana menjadi semakin menegangkan. Benar-benar kejadian yang sulit diterima akal sehat kita. Saya terus berdo’a dan berharap tidak terjadi kejadian yang lebih buruk.

Setelahnya saya memandikan kembali almarhum dan saya wudhukan. Saya meminta kain kafan kepada anak-anaknya. Saya bawa jenazah almarhum ke dalam kamarnya dan tidak saya izinkan seorang pun melihat prosesi itu kecuali ahli waris yang dekat karena saya takut kejadian yang lebih buruk akan terjadi.



Peristiwa yang terjadi setelah jenazah diangkat ke kamar dan hendak dikafani juga ganjil. Ketika jenazah ini diletakkan di atas kain kafan, saya lihat kain kafan itu hanya cukup menutupi ujung kepala atau kakinya saja. Apabila kain kafan itu ditarik menutupi kepalanya, maka kakinya terlihat, begitu juga sebaliknya. Maka saya tidak bisa mengikat kepala atau kakinya. Kain kafan itu bagaikan tidak mau menerima mayat tadi. Tidak mengapalah, mungkin saya yang
salah mengukur dikala memotongnya Lalu saya pun mengambil kain lainnya, saya potong, dan disambungkan dengan kafan tadi agar bisa menutupi kaki jenazah. Memang kain kafan jenazah itu jadi sambung-menyambung, tapi apa mau dikata, itulah yang bisa saya lakukan.

Lalu saya berdo’a kepada Allah, “Ya Allah, jangan kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sebagai peringatan kepada hamba-Mu ini.”

Sehabis saya beri taklimat tentang shalat jenazah tadi, satu lagi masalah timbul, yaitu jenazah tidak dapat diantar ke tanah pekuburan karena tidak ada mobil jenazah maupun ambulans. Saya hubungi kelurahan, pusat Islam, masjid, dan sebagainya, tapi tetap tidak ada jalan keluar. Semua mobil sedang terpakai, beberapa tempat tersebut juga tidak punya kereta jenazah lebih dari satu karena semua kereta juga sedang digunakan. Saya pikir hal ini bukan sekedar kebetulan.

Dalam keadaan sulit itu seorang lelaki muncul menawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar agar dia bisa mengeluarkan mobil van dari garasi rumahnya. Kemudian muncullah sebuah van. Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk memarkir vannya itu di rumah almarhum, tiba-tiba istrinya keluar. Dengan suara yang tegas dia berkata di hadapan orang-orang yang hadir: “Mas, saya tidak izinkan mobil kita ini digunakan untuk mengangkat jenazah itu, sebab semasa hidupnya dia tidak pernah mengizinkan kita naik mobilnya.” Jadi saya menyuruh lelaki yang punya van itu untuk membawa kembali vannya.

Selepas itu muncul pula seorang lelaki lain yang menawarkan bantuannya. Lelaki itu mengaku sebagai murid saya. Dia meminta izin kepada saya untuk mengambil dan membersihkan mobilnya selama kira-kira 10-15 menit. Akhirnya, muncullah mobil tersebut, tapi dalam keadaan basah sehabis dicuci. Mobil itu sebenarnya sebuah lori. Dan lori itu sebenarnya digunakan oleh lelaki tadi untuk menjual ayam ke pasar.

Akhirnya jenazah almarhum pun diangkut menggunakan lori tersebut diikuti rombongan pengiring jenazah. Dalam perjalanan menuju kawasan pemakaman, saya berpesan kepada dua orang yang membantu saya tadi agar masyarakat tidak usah membantu kami menguburkan jenazah, cukup tinggal di kamp saja. Hal ini dikarenakan saya tidak mau mereka melihat peristiwa yang ganjil lagi.

Rupanya apa yang saya takutkan berlaku sekali lagi, takdir Allah yang terakhir terasa amat memilukan. Sesampainya Jenazah tiba di tanah pekuburan, saya perintahkan tiga orang anaknya untuk turun ke dalam liang lahat dan tiga orang lagi menurunkan jenazah dari atas. Allah Subhanahu Wa Ta'ala Maha berkehendak atas semua makhluk ciptaan-Nya! Saat jenazah itu menyentuh tanah liang lahat, tiba-tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah tanah yang pada awalnya kering. Hari itu tidak ada hujan, tapi dari mana air itu muncul? Saya pun tidak tahu jawabannya.

Lalu saya arahkan anak almarhum untuk memasukkan jenazah bapak mereka di dalam keranda dengan hati-hati karena saya takut nanti ia terlentang atau telungkup, na'udzubillah. Kalau mayat terlungkup, maka tak ada harapan untuk mendapat syafa’at Nabi. Papan keranda pun diturunkan perlahan dan kami segera menimbun kubur tersebut dengan tanah. Setelahnya kami injak-injak tanah tersebut supaya padat dan bila hujan ia tidak longsor ke bawah.

Tapi sungguh mengherankan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi becek. Saya tahu, jenazah yang ada di dalam pasti tenggelam oleh air hitam yang busuk itu. Melihat keadaan tersebut, saya arahkan anak-anak almarhum supaya berhenti menginjak tanah itu dan meninggalkan lubang kubur sedalam 1/4 meter. Jadi kuburan itu tidak ditimbun hingga ke permukaan lubangnya, jadi seperti ada lubangnya. Tidak hanya itu, ketika saya hendak membaca talqin, saya melihat tanah yang diinjak itu ada resapan airnya. Masya Allah, peristiwa seperti ini bisa terjadi. Melihat keadaan ini, saya memutuskan untuk menyelesaikan penguburan secepat mungkin.

Sejak lama mengerjakan penguburan jenazah, inilah mayat yang saya tidak bacakan talqin. Jadi saya bacakan tahlil dan do’a yang paling ringkas. Kemudian saya kembali ke rumah almarhum dan mengumpulkan keluarganya. Saya bertanya kepada istri almarhum, apakah yang telah dilakukan oleh almarhum semasa hidupnya.

    Pernahkah dia pernah menzalimi orang?
    Pernahkah dia mendapat harta dengan jalan yang haram seperti merampas, menipu, riba, atau mengambil yang bukan haknya?
    Pernahkah dia memakan harta masjid atau anak yatim?
    Pernahkah dia menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi?
    Atau apakah dia tidak pernah berzakat, bersedekah, atau infaq?


Istri almarhum tidak dapat memberikan jawabannya. Saya rasa mungkin dia malu untuk memberi tahu. Lalu saya pun memberikan nomor telepon rumah saya kepada mereka dan pamit untuk beranjak dari sana. Namun sedihnya, hingga sekarang, tidak seorang pun anak almarhum yang menghubungi saya.

Sekedar tahu saja, anak almarhum merupakan orang yang berpendidikan tinggi. Malah ada di antara anak almarhum yang beristrikan orang Amerika, anak yang lain dapat istri orang Australia, dan seorang lagi beristri orang Jepang.

Peristiwa ini akan tetap saya ingat. Ini adalah kisah nyata yang saya alami. Semua kebenaran saya kembalikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala pemilik langit dan bumi.

Tanyakanlah pada diri kita masing-masing, apakah kita menginginkan peristiwa itu terjadi pada diri kita, ibu kita, bapak kita, anak kita, atau keluarga kita.? Semoga akhir hidup kita semua dalam keadaan khusnul khatimah. Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin.

Itulah pengalaman yang dialami oleh seorang modin (pengurus jenazah). Semoga ini bisa jadi renungan untuk kita semua yang masih hidup. Semoga bermanfaat.

Bacalah Wahai Para Lelaki !! Anda Akan Merasa Berdosa Pada Ibumu Jika Membaca 6 Pesan Ini

KGets News | Hanya bisa menanggung sampai 45 titik rasa sakit. Namun ketika melahirkan, seorang ibu merasakan hingga 57 titik rasa sakit. Hal ini setara dengan 20 tulang retak dengan cara bersamaan pada satu saat.
Dapatkah anda bayangkan sekarang, rasa sakit dan cinta ibu? Nah Saat ini giliran kita untuk balas budi tak susah kok cuma butuh 1 detik untuk like, 1 detik untuk SHARE dan 20 detik untuk baca serta merenungkan 6 Pesan Ibu Pada Anak Lelakinya ini…



1. Ibu berkata, hargai istrimu seperti engkau menghormati ibumu, karena istrimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.

2. Ibu berkata, bila geram bisa tak berikan duit, bisa tak bicara dengan istrimu, namun janganlah berkelahi dengannya (membentaknya, memukulnya).

3. Ibu berkata, diam sajalah bila istrimu tengah geram. Ingatlah saat khalifah Umar bin Khattab dimarahi istrinya. Umar cuma diam saja tanpa ada menyanggah. Anda dapat pikirkan seseorang Umar yang kuat serta perkasa, bahkan juga setan juga takut bersua dengannya. Umar diam lantaran dia tahu

benar begitu beratnya jadi seseorang ibu untuk anak-anaknya. Hari esok anak-anaknya sangatlah tergantung pada istrinya. Bila istrimu geram jadi diam serta dengarkan sajalah
4. Ibu berkata, jantung rumah yaitu seseorang istri. Bila hati istri mu tak bahagia jadi seisi rumah bakal terlihat seperti neraka (tak ada canda tawa, manja, perhatian). Jadi sayangi istrimu supaya dia bahagia serta engkau bakal terasa seperti di surga.
Ibu berkata, besar atau kecil gajimu, seseorang istri terus mau di perhatikan. Dengan demikian jadi istrimu bakal senantiasa menyambutmu pulang dengan kasih sayang.

5. Ibu berkata, 2 orang yg tinggal 1 atap (menikah) tak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. Lantaran keduanya bukanlah untuk berlaga tetapi rekan hidup selama-lamanya.
Ibu berkata, di luar beberapa wanita dambaan melebihi istrimu. Tetapi mereka mencintaimu atas basic apa yang anda mempunyai saat ini, bukanlah apa yang ada dirimu. Waktu anda temukan saat susah, jadi wanita itu bakal meninggalkanmu serta mempunyai pria dambaan lain dibelakangmu.

6. Ibu berkata, banyak istri yang baik. Namun di luar sana banyak pria yang mau memiliki istri yang baik serta mereka tak memperolehnya. Mereka bakal tawarkan perlindungan pada istrimu. Jadi janganlah dibiarkan istrimu meninggalkan rumah lantaran rasa sedih, Karena ia bakal susah sekali.

Astaghfirullah Hal Adzim.. Apa Yang Terjadi Jika Suami Tak Menemani Istri Melahirkan ? Ini Dampaknya...

KGets News | Proses persalinan adalah peristiwa yang sangat penting, bahkan ada sebagian orang yang mengartikan sebagai proses hidup dan mati. Calon Ibu seringkali dibuat t3gang saat akan melahirkan. Karena itulah, Ibu membutuhkan keberadaan Ayah disampingnya selama persalinan. Namun, bagaimana jika Ayah ternyata tidak dapat menemani Ibu?



Proses persalinan jika dipandang dari sudut medis merupakan proses yang wajar dan bahkan sekitar 80 persen wanita dapat melahirkan secara normal. Akan tetapi, tak dapat dipungkiri bahwa saat proses persalinan berlangsung bisa terjadi komplikasi, mulai dari hal yang ringan sampai berat. Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Achmad Mediana, SpOGdari Rumah Sakit Ibu Anak Kemang Medical Care yang juga sekaligus sebagai Ketua Yayasan Rumah Hati dan Pendiri Jakarta Breastfeeding Center (JBFC).

Lebih lanjut Dr. Achmad juga mengatakan, seorang suami sangatlah diperlukan untuk mendampingi proses persalinan untuk memberikan rasa nyaman dan aman pada Ibu. Selain itu, jika ada kondisi darurat bisa segera diambil keputusan.

Ada banyak alasan suami tak dapat menemani istri melahirkan, entah kesibukan, ada urusan, sedang di luar kota, bahkan karena hal tertentu seperti takut melihat darah.

Dr. Achmad lantas menyarankan agar keluarga dapat merundingkan hal tersebut secara baik-baik dan dicarikan jalan keluarnya. Mungkin bisa diganti dengan orangtua atau saudara, sementara suami bisa tunggu diluar, sehingga semua bisa berjalan lancar.

Mengapa kehadiran suami begitu, penting? Dampaknya jika suami tak menemani istri persalinan di bawah ini bisa menjadi menjawabnya:

1. Tak Ada yang Menghibur Saat Istri merasakan sakit luar biasa
Keberadaan Ayah disisi Ibu sangatlah memiliki peranan besar, salah satunya adalah dapat mengurangi rasa sakit saat persalinan. Bahkan menurut penelitian dari The Fatherhood Institute di Inggris mengungkapkan bahwa Ibu akan dapat melahirkan dalam waktu yang lebih singkat dan mengurangi rasa sakit karena adanya Ayah disamping Ibu.

2. Tidak semangat
Tidak adanya keberadaan ayah disamping Ibu akan membuat Ibu menjadi tidak semangat. Karena Ibu merasa tidak ada yang memahami kondisi terburuk Ibu saat sedang bersalin dan tetap mengatakan cantik. Karena itulah tak ada yang lebih diinginkan istri selain kehadiran Ayah pemberi semangat dan dukungan untuk berjuang melahirkan si kecil.

3. Dapat membuat Ibu cemas
Ibu akan menjadi cemas dan khawatir saat tidak ada sosok Ayah menemani ia diruang bersalin. Sikap laki-laki yang kurang peka dan logis rupanya sangat berguna untuk membuat Ibu tidak cemas. Bayangkan jika Ibu dan adik perempuan Ibu yang menemani, bisa jadi ia malah ikut panik saat melihat Ibu kesakitan di tengah kontraksi.

4. Tidak Ada Sosok yang Menenangkan
Keberadaan Ayah disisi Ibu saat ia akan melahirkan dapat membuat Ibu lebih tenang dan nyaman, ditambah lagi jika Ayah membisikan kata-kata positiif yang membuat Ibu tambah bahagia. Selain itu, Ayah juga mampu menenangkan Ibu saat ia mulai cemas akan terjadi sesuatu yang tak terduga saat persalinan.
Baca Juga : Inilah Kenapa Suami Selingkuh Meski Istri Sudah Cantik Sempurna
5. Kadar Bahagia Ibu Sedikit Berkurang
Menurut penelitian, h0rm0n oksitosin yang Ayah miliki akan meningkat pada pasca kelahiran bayi. Seperti yang sudah diketahui bahwa h0rm0n oksitosin adalah h0rm0n yang dapat memicu perasaan bahagia. Bayangkan jika tidak Ayah saat Ibu melahirkan, apa yang akan Ibu rasakan.

So, jangan banyak alasan untuk  menemani Mama saat persalinan ya, Pap!

Ternyata Istri Boleh Mengambil Uang di Dompet Suami Tanpa Izin, Jika.

KGets News | Pernahkah anda mendengar mitos tentang larangan seorang istri mengambil uang dari dompet suaminya tanpa seijinnya karena itu bisa menghilangkan rezeki suami? Bila dijelaskan secara agama, memang hal itu tidak boleh.

Namun dalam kondisi yang tertentu bolehkah seorang istri mencuri harta suaminya? Misal ketika suami pelit dalam hal nafkah. Istri akhirnya mengambil uang dari dompet suami diam-diam.



Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Hindun binti ‘Utbah, istri dari Abu Sufyan, telah datang berjumpa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan itu orang yang sangat pelit. Ia tidak memberi kepadaku nafkah yang mencukupi dan mencukupi anak-anakku sehingga membuatku mengambil hartanya tanpa sepengetahuannya. Apakah berdosa jika aku melakukan seperti itu?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خُذِى مِنْ مَالِهِ بِالْمَعْرُوفِ مَا يَكْفِيكِ وَيَكْفِى بَنِيكِ
“Ambillah dari hartanya apa yang mencukupi anak-anakmu dengan cara yang patut.” (HR. Bukhari, no. 5364; Muslim, no. 1714)

Ibnu Hajar rahimahullah menyatakan bahwa mengambil dengan cara yang ma’ruf, maksudnya adalah sesuai kadar yang dibutuhkan secara ‘urf (menurut kebiasaan setempat). (Fath Al-Bari, 9: 509)

Perlu dipahami bahwa sifat yang disebut Hindun pada suaminya Abu Sufyan, bahwa suaminya itu pelit, bukan berarti suaminya memang orang yang pelit pada siapa saja. Bisa jadi ia bersikap seperti itu pada keluarganya, namun ada barangkali yang lebih membutuhkan sehingga ia dahulukan. Jadi, kurang tepat kalau menganggap Abu Sufyan adalah orang yang pelit secara mutlak. Demikian tutur Syaikh ‘Abdullah Al-Fauzan hafizhahullah dalam Minhah Al-‘Allam, 8: 159.

Faedah yang bisa dipetik dari hadits di atas:

1. Hadits di atas menunjukkan akan wajibnya nafkah seorang suami pada istrinya. Bahkan hal ini menjadi ijma’ (kesepakatan para ulama).

2. Hadits di atas juga menunjukkan seorang ayah wajib memberi nafkah pada anaknya. Kewajiban nafkah ini ada selama anak tersebut: (a) masih kecil, (2) baligh namun dalam keadaan sakit atau masih belum mampu mencari nafkah. Jika anak tersebut sudah baligh dan sudah mampu dalam mencari nafkah, maka gugurlah kewajiban nafkah dari ayah.

Namun hadits Hindun ini menunjukkan bahwa kewajiban nafkah seorang ayah adalah secara mutlak selama anak-anak itu dalam keadaan fakir. Ia wajib memberi nafkah pada mereka, tidak memandang di sini apakah mereka telah baligh atau sudah dalam keadaan kuat (mencari nafkah).

3. Jika ada suami yang punya kewajiban memberi nafkah pada istri lantas tidak diberi karena sifat pelitnya, maka istri boleh mengambil hartanya tanpa sepengetahuannya. Karena nafkah pada istri itu wajib.

Para ulama juga mengglobalkan hal ini, bukan hanya perihal nafkah. Juga termasuk hal lainnya yang ada di situ kewajiban memberi, namun tidak dipenuhi dengan baik.

Berarti hal ini tidak berlaku jika nafkah istri terpenuhi dengan baik.

4. Besar nafkah yang dianggap dan mencukupi itu seperti apa, ini tergantung pada tempat dan waktu.

Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah berkata, “Yang tepat dan lebih benar sebagaimana yang dinyatakan oleh kebanyakan ulama (baca: jumhur) bahwa nafkah suami pada istri kembali pada kebiasaan masyarakat (kembali pada ‘urf) dan tidak ada besaran tertentu yang ditetapkan oleh syari’at. Nafkah itu berbeda sesuai dengan perbedaan tempat, zaman, keadaan suami istri dan adat yang ada.” (Majmu’ Al-Fatawa, 34: 83)

5. Kalau melihat dari pandangan ulama Hanafiyah, hadits ini menunjukkan bahwa yang dijadikan standar besarnya nafkah adalah apa yang dirasa cukup oleh istri. Karena dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Hindun, silakan ambil harta suaminya yang mencukupinya.

Namun yang paling bagus kita katakan bahwa besarnya nafkah itu dilihat dari kemampuan suami dan kecukupan istri, yaitu  memandang dua belah pihak.

Disebutkan dalam ayat,
لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آَتَاهُ اللَّهُ
“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya.” (QS. Ath Tholaq: 7).
عَلَى الْمُوسِعِ قَدَرُهُ وَعَلَى الْمُقْتِرِ قَدَرُهُ
“Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula).” (QS. Al-Baqarah: 236).

Dikompromikan dengan hadits bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berkata pada Hindun,
خُذِى مَا يَكْفِيكِ وَوَلَدَكِ بِالْمَعْرُوفِ
“Ambillah dari hartanya yang bisa mencukupi kebutuhanmu dan anak-anakmu dengan kadar sepatutnya.” (HR. Bukhari, no. 5364).

Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa yang jadi patokan dalam hal nafkah:

- Mencukupi istri dan anak dengan baik, ini berbeda tergantung keadaan, tempat dan zaman.
- Dilihat dari kemampuan suami, apakah ia termasuk orang yang dilapangkan dalam rizki ataukah tidak.

6. Jika istri masih mampu mendapatkan kecukupan dari harta suami (meskipun nantinya ia mengambil diam-diam), maka tidak boleh menuntut untuk pisah (cerai). Jadi cerai bukanlah jalan keluar dari sulitnya nafkah.

7. Jika seorang isteri mengadukan suaminya demi meminta nasihat seperti yang dilakukan oleh Hindun, itu tidak termasuk ghibah.

8. Boleh mendengar perkataan dari wanita bukan mahram ketika ia sedang membutuhkan fatwa atau penjelasan dalam masalah hukum. Hal ini dengan syarat selama aman dari fitnah (godaan) dan tidak dengan suara yang mendayu-dayu. Seperti misalnya, masih boleh menerima telepon dari pria selama tidak ada godaan dan tidak dengan suara mendayu-dayu.

Allah Ta’ala berfirman,
يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا
“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 32)

Semoga wawasan kita semakin bertambah dan dapat menjalankan kehidupan seperti yang diajarkan oleh Rasulullah dan kitab suci Al Qur'an.

Bantulah Suami dengan Shalat Dhuha, Maka Peningkatan Rezeki Akan Segera Anda Rasakan - Bantu SHARE!!

KGets News | - Da’i kondang Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS mengemukakan para istri dapat mengambil peran penting dalam membantu suami mencari rezeki atau nafkah keluarga. Apakah itu? Doa dan shalat Dhuha.“Bantulah suami dengan doa dan shalat Dhuha,” kata Kiai Didin Hafidhuddin saat mengisi ceramah halal bihalal dan pembukaan kembali Majelis Ta’lim Al-Ikhlas Sekolah Bosowa Bina Insani di Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/7/2016).



Kiai Didin menambahkan, setiap pagi, setelah suami berangkat kerja, hendaknya istri menyempatkan shalat Dhuha empat rakaat. “Doakan agar suami mendapatkan rezeki yang halal, berkah dan banyak. Rezeki yang bermanfaat untuk keperluan keluarga maupun bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan,” kata Kiai Didin Hafidhuddin yang juga Guru Besar IPB Bogor.

Kiai Didin mengemukakan, peran istri sangat penting dalam mendukung kesuksesan dan keberkahan suami mencari rezeki Allah yang halal dan berkah. “Kalau istri setiap hari selalu mendoakan suami, insya Allah pekerjaan maupun usaha suami akan lancar dan berkah. Yang terpenting, rezeki yang dibawa pulang ke rumah merupakan rezeki yang halal, berkah dan bermanfaat bagi keluarga,” papar Kiai Didin.

Seperti diketahui, shalat Dhuha adalah shalat memohon rezeki Allah. Hal itu pun tercermin dalam doa shalat Dhuha. “Ya Allah, jika rezeki kami masih di langit, maka turunkanlah; dan jika masih terpendam di dalam bumi, maka keluarkanlah; dan jika rezeki tersebut masih sukar untuk kami raih, maka mudahkanlah; dan jika rezeki tersebut masih haram, maka sucikanlah; dan dan jika rezeki tersebut masih jauh dari kami, maka dekatkanlah.”

Heboh!! Pengakuan Suami Shinta Muin, Yang Dapat Firasat Ini Sebelum Sang Istri Meninggal!!

KGets News | Ranah hiburan Tanah Air kembali diselimuti duka. Artis senior Shinta Muin meninggal dunia pada Selasa (20/9/2016). Shinta Muin sendiri dikenal lewat perannya dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji sebagai Hj. Maemunah.

Kemudian terakhir ia tampil menghibur penggemar di layar kaca dalam sinetron Emak Ijak Pengen Ke Mekah. Kabar meninggalnya artis Shinta Muin tentu mengejutkan publik, khususnya para penggemar.



Shinta Muin meninggal dunia saat tengah berada dalam perjalanan ke Rumah Sakit MMC, Kuningan, Jakarta Selatan seperti yang disampaikan oleh sang suami, Abdul Muin Ahmmad. Menurutnya, sang istri saat itu sedang berada di kantor PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia).

Ketika disana, Shinta Muin sendiri tidak mengungkapkan keluhan apapun saat istrinya berangkat ke kantor PARFI. Meski begitu, suami Shinta Muin mengungkapkan bahwa istrinya memiliki riwayat sakit maag, namun tidak terlalu mengkhawatirkan.

“(meninggal) jam 19.10 WIB. Ada riwayat maag, tapi tidak terlalu mengganggu dia. Tadi dia ke PARFI pengen ketemu teman-temannya, mau naik motor, tapi akhirnya naik mobil. Keadaan biasa (nggak sakit),” ungkap Abdul Muin Ahmad.

Baca Juga: Inilah Yang Di Keluhkan Shinta Muin Sebelum Meninggal Dunia

“Dia pergi berdua sama supir. Saya di rumah lagi nulis, terus saya ditelepon kalau mbak Shinta muntah-muntah. Ya sudah saya langsung kesana karena jalanan macet naik ojek. Sampai PARFI, dia mengeluh sakit perut. Dia sudah nggak bisa bicara langsung bawa ke mobil, ke MMC. Tapi pas di lift sempat mengucapkan Subhanallah,” jelasnya. Sayang, saat sampai di Rumah Sakit nyawa Shinta Muin sudah tidak tertolong.

Sebagai seorang suami, rupanya Abdul Muin sempat memiliki firasat sebelum kepergian sang istri untuk selama-lamanya. Menurutnya ia sudah melihat sesuatu yang tak wajar dalam istrinya beberapa hari belakangan.

Selain enggan mengajak suaminya berjalan-jalan seperti biasanya, Shinta Muin juga terlihat tak memiliki gairah lagi untuk berperan. “Tidak ada gairah lagi untuk main sinetron, jadi dia berhenti. Tapi tetap saja ada tawaran lagi di Mak Ijah Naik Haji. Di mata saya, dia tidak pernah tidak produktif sebagai istri, dia juga jadi dubber,” kata Abdul Muin.

Baca Juga: Kalimat Terakhir Yang Mengejutkan Sahabat Shinta Muin

Bukan hanya itu saja, ia juga merasa dirinya dan Shinta Muin seolah tengah merasakan hangatnya sebagai pengantin baru. Shinta Muin terlihat cantik dimata sang suami. “Terus terang, akhir-akhir ini istri saya cantik sekali, perasaan seperti penganti baru,” pungkasnya.

Wanita Wajib Baca Ini !! Inilah 5 Perbuatan Wanita Yang Dianggap Zina Meskipun Tidak Berzina!! No. 3 Banyak Dilakukan!!

Tausiahpedia - Zina adalah dosa besar yang harus dijauhi. Apalagi oleh wanita yang telah memiliki suami. Wanita yang telah bersuami, jika ia melakukan zina (berhubungan dengan laki-laki selain suaminya), maka hukuman hadd atasnya adalah dirajam hingga mati.

Selain zina dalam pengertian yang sebenarnya, ada pula sejumlah perbuatan yang membuat wanita seakan-akan melakukan zina atau memikul dosa seperti dosanya zina.


Ilustrasi By Google.co.id

1. Memakai parfum agar laki-laki mencium baunya
Agaknya perbuatan ini sangat marak dilakukan oleh para wanita di zaman modern ini. Mereka memakai parfum saat keluar rumah sehingga baunya tercium oleh kaum laki-laki yang bukan mahramnya. Dari bau yang menarik, akhirnya laki-laki bisa tertarik dan syahwatnya bisa tergoda.
Yang mengenaskan, parfum itu justru hanya dipakai saat keluar rumah sehingga laki-laki lain menikmati wanginya sementara ketika mereka berduaan dengan suaminya justru tidak memakai wewangian tersebut.
Rasulullah menyebut wanita yang memakai parfum saat keluar rumah sehingga laki-laki lain mencium baunya dengan sebutan wanita pezina.
Na’udzubillah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Wanita mana saja yang memakai parfum kemudian lewat pada suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR. An Nasa’i)
“Wanita mana saja yang memakai parfum lalu melewati suatu kaum supaya mereka mencium bau parfum itu maka perempuan itu telah berzina” (HR. Ahmad)

2. Riba dan memakan harta riba
Di zaman sekarang, praktik riba marak terjadi. Banyak orang merasa tak berdosa bergelimang dengan riba. Bukan hanya kaum laki-laki, kaum wanita juga tidak sedikit yang terlibat dalam praktik riba. Entah sebagai pelaku, pencatat, marketing, maupun pengguna riba.

Padahal, riba merupakan dosa besar yang dosanya lebih berat daripada dosa zina.
Satu dirham yang dimakan dari hasil riba lebih besar daripada zina 36 kali. Sedangkan dosa riba yang paling kecil, jika dilakukan laki-laki, seperti berzina dengan ibu kandungnya sendiri. Sebaliknya, dapat diqiyaskan jika riba itu dilakukan oleh wanita, dosanya seperti berzina dengan ayah kandungnya sendiri. Na’udzu billah.

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi)
Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi)

3. Bersentuhan kulit dengan laki-laki yang bukan mahramnya
Bersentuhan kulit dengan laki-laki yang bukan mahramnya sering kali dianggap biasa. Padahal itu termasuk dalam kategori zina tangan. Baik persentuhan, apalagi jika saling raba.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh)” (HR. Muslim)
Begitu hebatnya dosa persentuhan laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya ini hingga oleh Rasulullah disabdakan lebih baik seseorang ditusuk dengan jarum besi.

4. Lesbi
Dalam kitab Ad Daa’ wa Ad Dawaa’, Ibnu Qayyim Al Jauziyah menjelaskan salah satu penyakit dalam kategori kesucian diri adalah perbuatan lesbi.
“Disebutkan dalam sebagian atsar yang marfu’: Jika seorang wanita mendatangi wanita yang lain maka keduanya adalah pezina” tulis Ibnu Qayyim.

Menurut Ibnu Qayyim, lesbi tidak bisa disamakan atau diqiyaskan dengan homoseks karena dalam lesbi tidak ada kemaluan yang masuk. Sehingga tidak ada hukuman hadd atas perbuatan tersebut. Meskipun demikian, ia termasuk dalam kategori zina secara umum sebagaimana zina mata, zina tangan, zina kaki dan zina mulut.

5. Zina mata dan anggota tubuh lainnya
Mungkin perbuatan ini lebih ringan daripada perbuatan-perbuatan pada poin sebelumnya. Namun ia juga disebut sebagai bagian dari zina.
Zina mata misalnya memandang lawan jenis dengan pandangan syahwat, berlama-lama menikmati melihat wajah dan tubuh lawan jenis, apalagi jika sampai melotot dan kemudian terbayang-bayang ketika sudah berpisah.

Zina telinga misalnya mendengar perkataan-perkataan yang membangkitkan syahwat.
Zina lisan misalnya mengucapkan kata-kata yang tak senonoh dan memancing syahwat. Melembut-lembutkan suara di depan lawan jenis sehingga memancing ketertarikan. Berbicara mendayu-dayu dan merayu, serta sejenisnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”(HR. Muslim)

Demikian lima perbuatan yang membuat wanita seakan-akan melakukan zina atau memikul dosa seperti dosanya zina. Semoga kita dimudahkan Allah untuk menjauhinya

Wahai Istri! Selama ini Kalian Beum Tahukah Tips Melakukan Hubungan Suami Istri Dalam Islam Simak Selengkapnya!!

Dalam Islam, terdapat beberapa etika saat hendak melakukan hubungan suami 1stri. Ladies, berikut ini ulasan yang dilansir dari sraksruk.blogspot.com tentang adab 3ercinta dalam Islam.
Gunakan wangi-wangian saat akan melakukan hubungan suami istri
Saat pasangan suami istri akan b3rcinta, hendaklah dalam keadaan wangi. Itu akan membuat pasangan nyaman dan menumbukan hasrat b3rcinta.



Jangan pernah menolak ajakan suami untuk 3ercinta
Berdasar lansiran amazonise.wordpress.com, dijelaskan dalam Al-Quran bahwa istri tidak boleh menolak perintah suami, termasuk ajakan sang suami untuk 3ercinta. Rasulullah SAW bersabda: Allah melaknat wanita yang menunda-nunda, yaitu seorang istri ketika diajak suaminya ke tempat tidur, tetapi ia berkata, ‘nanti dulu’, sehingga suaminya tidur sendirian.

Jangan 3ercinta saat dalam proses menstruas1
Islam mengharamkan hubungan 5uami 1stri yang dilakukan saat sang istri sedang dalam proses menstruas1. Sang istri boleh melakukan kewajibannya setelah dia selesai masa menstruasinya dan mensucikan diri.

3ercintalah dengan cara yang semestinya

Cara yang dianjurkan oleh Islam adalah memasukkan Mr P ke dalam Miss V, tidak selain itu. 4na1 dan 0r41 53ks tentu dilarang di dalam syariat Islam. Hal itu dikarenakan tujuan dari b3rcinta adalah memiliki keturunan, sehingga Islam hanya menganjurkan b3rcinta dengan cara yang bisa menghasilkan keturunan.

3ercinta saat sehat
Hal ini juga termasuk adab 3ercinta dalam Islam. 3ercinta dalam keadaan sehat sangatlah penting demi kenyamanan saat 3ercinta.

Nah, Ladies! Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat.

Para Wanita Baca Ini, Sedekah Tidak Harus Berupa Uang, Ternyata Inilah 17 Pintu Sedekah Untuk Kaum Wanita.

Tausiahpedia - Sahabat media ketika seseorang wanita memutuskan untuk berumah tangga dan ternyata sang suami tidak mengizinkan sang istri bekerja, memang seharusnya sang istri harus menurut dengan keputusan sang suami. Sebab sang istri juga tidak lah berkewajiban mencari nafkah terkecuali keadaan yang memang memaksa sang istri harus bekerja pula.Namun mayoritas wanita atau para isteri disibukkan dengan mengurusi keperluan rumah tangga. Mereka juga tidak semuanya mempunyai banyak uang untuk menunaikan banyak sedekah. Lantas bagaimana para wanita bersedekah?



Tentunya kita tahu tentang keutamaan bersedekah, termasuk juga untuk para wanita. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda,

“Wahai para wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar. Sesungguhnya aku melihat bahwa mayoritas kalian akan menjadi penghuni neraka.” (HR. Ibnu Majah, no. 4003)

Sesungguhnya keutamaan Allah Swt sangatlah luas dan kemuliaan-Nya tiadalah terbatas. Allah Swt tidak menjadikan sedekah itu hanya terbatas pada harta semata. Bahkan Dia telah menjadikan semua pintu-pintu kebaikan sebagai sedekah.

Maka solusi sederhana yang dapat wanita lakukan menurut DR. Nawal Al’ ied adalah melakukan jenis-jenis sedekah yang lain, yang diantaranya adalah:

1. Setiap tahlil (membaca Lailaha illallaah) ialah sedekah serta setiap takbir (membaca
Allahu akbar) ialah sedekah.

2. Setiap tasbih (membaca Subhanallah) ialah sedekah serta setiap tahmid (membaca Alhamdulillah) ialah sedekah

3. Setiap Anda memerintahkan kepada kebajikan ialah sedekah dan setiap Anda mencegah dari kemungkaran ialah sedekah

4. Bukalah media sosial anda setiap hari dan bersedekahlah dengan mengirim kalimat-kalimat yang baik kepada orang yang anda kenal, sebab setiap kalimat yang baik ialah merupakan sedekah

5. Senyum kepada suami dan anak-anakmu serta saudarimu sesama kaum muslimah adalah merupakan sedekah

6. Shalat dhuha dua rakaat itu setara dengan 360 sedekah
7. Tahanlah dirimu dari keburukan, sebab ia adalah sedekahyang baik terhadap orang yang mencela dan mencacimu. Sesungguhnya Allah akan menerima sedekah dari orang yang bersedekah dengan perangai yang baik

9. Singkirkanlah gangguan yang ada di tengah jalan, sebab ia adalah sedekah

10. Tebarkanlah salam kepada orang yang Anda temui, sebab ia adalah merupakan sedekah

11. Hidangkanlah makanan kepada para pelayanmu sebagaimana makanan yang kalian santap, sebab ia adalah sedekah12. Berilah makan kepada burung, hewan tunggangan atau orang lain, sebab ia adalah sedekah

13. Muliakanlah tamu Anda yang lebih dari tiga hari, maka ia adalah merupakan sedekah bagimu

14. Bersungguh-sungguhlah untuk memberikan bantuan, baik yang bersifat badani maupun maknawi, sebab ia adalah sedekah bagimu

15. Berharaplah pahala dari barang milik anda yang telah dicuri, sebab ia adalah sedekah

16. Belajarlah, ajarkanlah dan tebarkanlah ilmu dengan berbagai cara menurut kemampuan Anda, bisa lewat audio (suara), bacaan maupun tulisan, sebab ia adalah sedekah

17. Air minum yang Anda berikan kepada orang yang kehausan adalah merupakan sedekah

Dan kaidah penting yang harus kita ingat dalam bersedekah yakni sebagai berikut:

1. Ikhlas dan semata-mata mengharapkan pahala dari Allah.

2. Dahulukan orang-orang terdekat sebab mereka ialahh golongan yang paling utama untuk mendapatkan kebaikan (kedua orang tua, suami dan anak-anak Anda). Mereka itu lebih utama, baru setelah itu yang terdekat dan yang terdekatnya lagi.

Demikian penjelasan tentang pintu-pintu sedekah bagi kaum wanita atau sang istri, sedekah tidak harus selalu uang, ternyata perilaku juga termasuk sedekah bagi kaum wanita. Dan ingatlah wahai para wanita, sesungguhnya sedekah itu akan menghapus kesalahan laksana air memadamkan api. Semoga bermanfaat.