Tampilkan postingan dengan label banjir bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label banjir bandung. Tampilkan semua postingan

Pagarsih Bandung Kini Sering Banjir, Ternyata Dulunya Adalah Situ Aksan dan Persawahan

212NEWS. Hujan deras yang turun selama beberapa jam menyebabkan kawasan Jalan Pagarsih, Kota Bandung, kembali dilanda banjir. Arus lalu lintas di kawasan tersebut lumpuh.

Ketua RW02, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Cepi Setiawan hujan deras yang turun sekitar pukul 11.00 WIB membuat aliran sungai di kawasan tersebut meluap hingga ke jalan. Ketinggian banjir hampir satu meter.

"Banjir lagi soalnya hujan deras ditambah air kiriman dari hulu. Jadi air sungai meluap sampai ke jalan," Bahkan banjir kerapakali melanda Pagarsi Bandung beberapa minggu ini.

Bandung adalah dataran tinggi yang merupakan Gunung Purba Sunda. Kemudian berubah menjadi Danau Purba Bandung. Bandung berada pada ketinggian 625-775 meter dpl dan dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan.

Foto Situ Aksan Pagarsih tahun 1970an, facebook Lutfi Afandi

Lantas mengapa masih terjadi banjir di Kota Bandung? Terutama di kawasan Pasir Koja dan Pagarsih.

Zaman dahulu di Kota Bandung ada yang namanya Situ Aksan. Kata situ berasal dari bahasa Sunda, bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya danau.

Memang zaman dahulu Situ Aksan itu adalah sebuah danau kecil sebagai penampuangan air. Pada 1970-an Situ Aksan masih berfungsi sebagai salah satu lokasi rekreasi favorit masyarakat Bandung. Ternyata, danau itu juga berfungsi sebagai drainase.

Pada 1980-an Situ Aksan sudah merupakan kolam pemancingan dan kolam tempat itik dan angsa berenang. Situ Aksan, satu-satunya danau yang masih tersisa di Kota Bandung pada 1970-an.

Itulah pengingat terakhir bahwa Bandung pernah menjadi danau luas di zaman purbakala sebelum situ itu diuruk jadi perumahan di awal 1980-an.

Sekarang Situ Aksan sudah jadi sebuah nama jalan di antara Jalan Suryani dan Jalan Pagarsih. Kawasan itu sekarang jadi salah satu sentra bisnis dan sebuah perumahan di Kota Bandung. Akhir-akhir ini daerah Pagarsih sudah beberapakali diterjang banjir.

Zaman dahulu, pemerintah Hindia Belanda menyebut Situ Aksan dengan nama Westerpark dan nama jalan ke Situ Aksan diberi nama Westerparkweg. Sekarang jalan menuju Situ Aksan itu dinamai Jalan Suryani. Di kawasan itu juga dulunya terhampar pesawahan yang sangat luas.[fb, detik]

Bandung Banjir, Ridwan Kamil Minta Maaf dan Kasih Solusi. Tidak seperti Gubernur Jakarta yang Mencari Kambing Hitam

MUSLIMANEWS. Ridwan Kamil memang menjadi fenomena tersendiri di kalangan kepala daerah, apakah tingkat kota atau propinsi. Baru saja banjir besar melandar sebagian titik di Kota Bandung.

Meski tidak sepenuhnya kesalahan tata kota Bandung, kasusnya mirip banjir Jakarta yang banyak disumbang oleh alih fungsi kawasan puncak. Di Bandung, besar kemungkinan ada perubahan fungsi kawasan di dataran yang lebih tinggi seperti lembang.


Ada yang patut diacungi jempol oleh Ridwan Kamil atau biasa disapa Kang Emil ini. Melalui akun media sosial twitter dan facebook, menginformasikan, memperingatkan, dan menggambarkan solusi yang akan dikerjakan ke depan. Ini sebentuk kepedulian seorang kepala daerah, alih-alih mencari kambing hitam seperti yang terjadi di DKI Jakarta 2 tahun belakangan.

Begini postingan di akun FB Kang Emil

Kami Mohon maaf dengan banjir pasteur/pagarsih yang terjadi. Tim DBMP juga sdh selalu standby di lokasi utk penyurutan. Sehingga siang tadi surut dalam 2 jam.

Kami juga sebenarnya sudah dan terus berupaya mengurangi banjir dgn memperbesar gorong-gorong (foto terlampir) dari tahun lalu, namun ternyata belum memadai.

Rencana ke depan, sistem tol air akan di pasang di Pasteur/Pagarsih seperti halnya yang dipasang di Gede Bage yang biasanya banjir, siang tadi tidak banjir.

Kami akan terus berupaya. Hatur Nuhun.

Tol Air yang direncanakan bukan sekedar wacana sebagaimana TOl Laut yang jauh panggang dari api. Tol AIr sudah dibuat di simpang empat Gede Bage yang menjadi langganan banjir. Dengan usaha membuat toal air tersebut, Gede Bage bisa dibilang aman dari banjir kiriman.

Begitulah satu saja bentuk kepedulian seorang Kang Emil kepada warganya.Semoga semangat seperti ini menular ke semua kepada daerah.