Tampilkan postingan dengan label bela alquran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bela alquran. Tampilkan semua postingan

FEMONENA Pasca Ahok Menjadi TERSANGKA, Nomor 3 Bikin Heboh

Cagub dan Cawagub DKI Peserta Pemilu 2017

Paling tidak ada tiga fenomena yang saya amati setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka.

PERTAMA, perang tagar di media sosial antara #KamiAhok dan #PenjarakanAhok. Bisa diduga, yang menang perang tagar tersebut #KamiAhok. Mengapa? Karena kubu pro Ahok memiliki banyak robot-robot virtual yang bisa digerakkan secara otomatis untuk mengangkat sebuah topik perbincangan di media sosial menjadi viral.

Faktanya, saat melakukan aksi lapangan, jumlahnya cuma puluhan atau cuma ratusan. Hal ini tidak penting, bagi saya ini cuma manipulasi politik di ruang virtual. Mencari kenikmatan semu, abaikan tetapi harus tetap disadari ini realitas palsu. Jangan mudah terkecoh!

KEDUA, membangun citra Ahok adalah korban, istilahnya adalah playing victim. Arahnya jelas, meletakkan Ahok sebagai korban yang dizalimi untuk mendulang simpati agar saat Pilkada Ahok meraih kemenangan satu putaran. Menurut saya, hal kedua ini bukan berdiri sendiri atau terpisah, tapi bagian dari gerakan yang terlihat sistematis.

Bila hal pertama operasi udara, maka hal kedua operasi darat untuk 'menduduki' dan 'memaksa' perasaan atau opini publik berpihak pada Ahok. Untuk menunjang operasi darat ini, sejumlah pemain figuran ditampilkan. Ada lah sopir taksi pakai kopiah (simbol Islam) yang menangis meratap sedih Ahok jadi tersangka, ada pula emak-emak berjilbab (simbol Islam) yang memeluk Ahok dengan erat, terharu.

Bagi yang paham drama politik, mudah sekali membaca realitas itu sebagai stimulator untuk merangsang simpati publik. Sasarannya jelas, Muslim kaum miskin kota yang memiliki suara mayoritas.

KETIGA, menghadapkan Ahok head to head dengan Habib Rizieq. Hal ini saya baca sebagai bentuk 'serangan' untuk memecah konsentrasi semakin terkonsolidasinya kekuatan politik umat Muslim. Dengan menghadapkan Ahok head to head dengan Habib Rizieq, Ahok sebenarnya sedang 'berbicara' pada kaum Muslim Abangan yang lebih modern, urban, toleran, moderat bahkan liberal yang jumlahnya lebih besar dari kaum Muslim fundamental.

Dalam konteks tersebut, di mata Muslim Abangan, tentu Ahok akan lebih dinilai positif di banding Habib Rizieq yang oleh mereka dinilai memiliki rekam jejak negatif. Di saat bersamaan, berbagai rekaman ceramah Habib Rizieq yang bernada provokasi disebarkan. Umat Muslim yang semula mendukung dibuat menjadi ragu-ragu.

Jika tiga skenario ini berjalan, Insya Allah Ahok akan memenangkan Pilkada DKI dalam satu putaran. Kalau Ahok yang terpilih menjadi Gubernur DKI, jangan rusuh ya, kita harus belajar politik sehat. Cukuplah Pemilihan Presiden AS saja yang rusuh.

Sebaliknya, jika Ahok belum ditakdirkan memenangkan Pilkada DKI, akan lebih elok jika Ahok lega dan ikhlas. Masih banyak daerah lain yang kabarnya menginginkan Ahok sebagai Gubernur. Ahok bisa mengadu nasib di Pilkada daerah lain atau mungkin memang kelas Ahok adalah Presiden atau Wakil Presiden RI, semua masih misteri.

Oleh  DR Iswandi Syahputra, Pengamat Media UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
[ROL]

INILAH Surat MUI kepada Mufti AlAzhar terkait Kunjungan Syaikh Amr Alwardani


212NEWS. .Belum lama ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan berita kunjungan salah satu petinggi Dar Ifta Mesir, Syaikh Amr AlWardani. Berita semakin heboh karena dikabarkan beliau akan menjadi salah satu saksi ahli dalam gelar perkara dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaya Purnama (BTP). Namun belakangan beliau menyampaikan bahwa tidak menahu soal gelar perkara dugaan penistaan agama tersebut.

Baca Juga: Ternyata Syaikh Amr Alwardani awalnya diundang untuk Ceramah, bukan sebagai saksi ahli


Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons terkait Syaikh Mustafa Amr Wardani dari Kantor Pusat Darul Ifta Republik Arab Mesir, akan menjadi saksi ahli dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok).

Menyikapi persoalan ini, MUI menyurati langsung Prof Dr Ahmad Thayyib, Grand Syaikh Al Azhar dan Mufti Republik Arab Mesir, di Kairo, Senin 14 November 2016.


Kepada Yang Mulia
Prof Dr Ahmad Thayyib
Grand Syaikh alAzhar dan Mufti Republik Arab Mesir
Di Cairo

Assalaamualaikum wr wb.
Kami berharap semoga surat ini sampai kepada Anda dan Anda dalam keadaan sehat yang sempurna dan Mesir mendapatkan kemajuan, kebesaran dan kemakmuran baik bangsa maupun negera.

Merujuk kepada berita-berita yang beredar tentang kunjungan Syaikh Mustafa Amr Wardani dari Kantor Pusat Darul Ifta Republik Arab Mesir, negara sahabat Indonesia sebagai saksi ahli terhadap kasus penodaan dan pengejekan Ayat 51 surah Al Maidah yang dilakukan oleh Ahok di depan khalayak ramai, kami menyampaikan beberapa berikut:

1. Bahwa kunjungan ini menimbulkan kehebohan yang besar di kalangan bangsa Indonesia yang beragama Islam. Karena hal ini bisa menimbulkan pertengkaran, perpecahan, dan membangkitkan fitnah demi fitnah yang kuat dan keributan di kalangan para ulama, pemikir, pejabat, para politisi, dan pemimpin agama dari bermacam-macam organisasi dan perkumpulan di kalangan bangsa Indonesia yang terkenal posisinya sebagai moderat dan saling menghormati.

2. Kunjungan ini dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan politik campur tangan urusan dalam negeri negara lain yang mempunyai kehormatan yang sah dan legal untuk mengurus dirinya sendiri.

3. Kunjungan ini merupakan tindakan yang tidak menganggap hak dan otoritas MUI sebagai lembaga yang punya hak secara legal untuk mengeluarkan fatwa dan sikap keagamaan bagi bangsa Indonesia, yaitu majelis yang Anda dihormati ketika berkunjung bulan Februari 2016. Yaitu majelis yang menjadi pengemban pelayanan kepada bangsa Indonesia yang terdiri dari 70 organisasi Islam.

4. Kunjungan ini telah dimanfaatkan oleh kelompok tertentu dari dalam dan luar untuk mengganggu hubungan bilateral kenegaraan antara kedua negara baik secara bangsa maupun negara.

Karena itu kami meminta untuk melihat permasalahan ini dengan teliti dan penuh perhatian dan menggunakan segala kemampuan Anda untuk membuat langkah yang cepat untuk menjaga Islam dan kaum muslimin di kedua negara.

Dan kami ingatkan dengan sangat, Karena bisa membangkitkan robeknya ukhuwah Islamiyah dan menanamkan berbagai fitnah.

Kantor Pusat MUI
Ttd Dr Ma’ruf Amin (Ketua Umum)
TT Dr Anwar Abbas (Sekretaris Umum)


TERNYATA Syeikh Amr Wardani Awalnya Diundang ke Indonesia untuk Ceramah, Bukan Saksi Ahli Penista Agama


MUSLIMANEWS. Ulama asal Mesir, Syekh Amr Wardani, tidak tahu-menahu soal kasus penistaan agama yang membelit Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T. Purnama.

Karena itu dia tidak tahu bakal jadi saksi ahli yang meringankan cagub petahana tersebut. Sebab, dia diundang ke Indonesia untuk ceramah.

"Dia tidak tahu itu. Karena dia diundang Indonesia untuk ceramah," jelas Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, KH Muhyiddin Junaidi, sebagaimana dilaporkan kepada Kantor Berita Politik RMOL senin malam.

KH Muhyiddin tahu hal itu setelah bertemu Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Ahmed Amr Ahmed Moawad pukul 11.00 Wib siang tadi.

Dia menemui Dubes Mesir untuk menyampaikan surat protes karena ulama asal negeri Piramid tersebut akan menjadi saksi ahli kasus penistaan agama di Indonesia. Surat tersebut ditujukan kepada Grand Syekh Al Azhar dan Mufti Mesir.

Dalam surat tersebut, MUI menyampaikan kehadiran Syekh Amr Wardani sebagai saksi akan menimbulkan pro-kontra di kalangan ulama dan akan menciptakan ketegangan baru di kalangan umat Islam.

Secara tidak langsung, dia menambahkan, kehadiran Syekh Amr Wardani untuk menjadi saksi ahli tersebut juga akan mengurangi wibawa MUI bahkan mendistorsi peran MUI sebagai otoritas pemberi fatwa. Tak hanya itu, ini bisa merusak hubungan bilateral Indonesia dan Mesir yang telah berjalan baik selama ini.

"Kami berharap agar upaya kelompok tertentu itu dihentikan agar kedatangannya (Syekh Amr Wardani) tidak dimanipulasi dan dieksplootasi untuk kepentingan tertentu," jelas mantan Ketua PDM Bogor ini.

Dia menjelaskan Syekh Amr Wardani ke Indonesia diundang oleh kelompok tertentu untuk memberikan ceramah yang difasilitasi Dubes RI untuk Mesir, yang juga politikus PDIP Helmy Fauzy

sumber: RMOL

Jokowi dan Ahok adalah OBAT bagi Indonesia

MUSLIMANEWS. Nama Jonru mulai meroket semenjak pilpres 2014. Sebelumnya, nama Jonru dikenal di kalangan penulis buku online. Menjadi semacam fenomena karena apa yang dikritisi Jonru memang kontroversial. Kadang tampak anti streamline tapi pada akhirnya tampak benar analisis Jonru. Terbaru di November ini, Jonru bilang kalo Jokowi dan Ahok adalah Obat bagi Indonesia. Halo? :) 

Berikut selengkapnya seperti dia post di laman facebook nya

Jokowi dan Ahok adalah OBAT bagi Indonesia

Ada satu argumen konyol dari para jokowers dan ahokers yang sering mereka lontarkan:
“Jokowi sudah jadi presiden. Ahok sudah jadi gubernur. Itu artinya mereka adalah pemimpin yang diridhoi oleh Allah. Jadi kalau ente melawan Jokowi dan Ahok, itu artinya ente melawan takdir Allah.”

Hm… argumen yang terkesan sangat bijak dan sangat agamis. Tapi benarkah itu?

Mari kita analisis bersama.

Setelah Jokowi jadi Presiden dan Ahok jadi Gubernur, kita bisa menyaksikan Indonesia makin kacau-balau, baik dari segi perekonomian, penegakan hukum, dan sebagainya. Maka, satu-persatu rakyat yang dulu mendukung mereka pun mulai sadar.

Dulu di awal tahun 2014, saya boleh dikatakan “berkoar-koar sendirian”. Saya sendirian membahas Jokowi dan Ahok, sementara sebagian besar rakyat Indonesia (termasuk teman-teman saya) hanya bisa diam, tidak berani bicara. Banyak pula di antara mereka yang menuduh saya tukang fitnah, provokator, dan sebagainya.

Tapi, fakta demi fakta yang terbentang di depan mata, membuat satu-persatu rakyat Indonesia mulai sadar. Dulu saya bergerak sendirian. Namun kini, justru banyak tokoh nasional yang jauh lebih keras kritikannya dibanding saya. Semakin ke sini, semakin banyak rakyat yang bersuara lantang, memprotes kebijakan-kebijakan pemerintah, memprotes ketidakadilan, dan seterusnya.

Dan puncaknya adalah pada kasus Al Maidah 51. Setelah penistaan itu terjadi, maka umat Islam yang selama ini OGAH bicara agama, tiba-tiba bersuara lantang. Umat Islam yang selama ini tak pernah shalat, bahkan rajin berbuat maksiat, tiba-tiba bangkit dan tergerak hatinya untuk membela Islam, karena di dadanya masih tersimpan iman dan hidayah dari Allah.

Kiwil, komedian yang selama ini kita kenal sebagai orang yang hanya bisa berlucu-lucuan di televisi pun, tergerak hatinya untuk ikut membela Islam, setelah kasus penistaan agama terjadi.Selain Kiwil, Jaja Miharja juga ikut meramaikan aksi 411

Tiba-tiba saja, umat Islam bersatu, melupakan semua perbedaan.

Jika dulu kita hampir setiap hari sibuk berantem tentang doa qunut, tentang maulid, tentang tahlilan, tentang celana cingkrang, dan sebagainya, kini kita melupakan semua itu. Kita bersatu-padu di dalam tali ukhuwah Islamiyah yang sangat indah.
Sepanjang hidup ini, baru kali ini saya menyaksikan persatuan umat Islam yang sebesar dan seindah ini. Allahu Akbar!
tangkap penista alquran

Dan jika kita runut peristiwanya ke belakang, semua ini berawal dari terpilihnya Jokowi sebagai presiden dan terpilihnya Ahok jadi gubernur DKI.

Coba kita bayangkan:
Andai yang dulu terpilih jadi presiden adalah Prabowo, apa yang terjadi dengan Indonesia?

Mungkin, Indonesia jauh lebih baik dibanding era SBY. Mungkin Indonesia akan lebih disegani di luar negeri. Mungkin utang-utang luar negeri kita sudah lunas semua. Mungkin Indonesia bisa terbebas dari penjajahan ekonomi oleh para investor asing. Mungkin Indonesia jauh lebih berjaya dibanding era-era sebelumnya.

Namun apakah Prabowo bisa menyatukan umat Islam seperti yang terjadi saat ini? SAYA TIDAK YAKIN. Mungkin umat Islam masih terpecah-belah, sulit bersatu, seperti pada era-era sebelumnya.

Memikirkan analisis seperti ini, tiba-tiba saya tersadar:

Ternyata yang diinginkan oleh Allah untuk Indonesia adalah bersatunya umat Islam. Itulah sebabnya DIA menjadikan Jokowi sebagai presiden, dan menjadikan Ahok sebagai gubernur DKI.

Allah telah menjadikan Jokowi dan Ahok sebagai pemimpin di Indonesia, untuk mengobati penyakit “terpecah-belah” yang selama ini melanda umat Islam di Indonesia. Kehadiran kedua orang ini merupakan CARA ALLAH untuk membuat umat Islam bersatu padu, menjalin ukhuwah Islamiyah yang sangat indah.

Jadi:
Memang benar, Allah telah menakdirkan Jokowi dan Ahok sebagai pemimpin Indonesia. Tapi itu bukan berarti Allah meridhoi mereka berdua. Justru, Allah menakdirkan seperti itu, bertujuan agar mereka berdua menjadi OBAT BAGI INDONESIA.

Jadi:
Ketika Allah mengizinkan sesuatu terjadi, itu bukan jaminan bahwa Allah meridhoi hal tersebut. Sama seperti ketika Allah menjadikan Fir’aun sebagai raja di Mesir, apakah Allah meridhoi-nya? TENTU TIDAK.

Wallahualam. Bagaimana menurut Anda?

Jakarta, 10 November 2016
JONRU
###

Barangkali kamu termasuk yang sejalan dengan pemikiran Jonru? Wallahu a'lam.

Hasil Uji Labfor Video Ahok di Pulau Seribu Telah Keluar, Ini Hasilnya

MUSLIMANEWS. Ksus dugaan penistaan agama oleh BTP seakan tak ada ujungnya. Seperti sidang kopi sianida, banyak saksi ahli didatangkan, bukti-bukti dipaparkan. Inilah laporan terbaru soal video dugaan penistaan agama oleh BTP. #belaalquran411

video ahok terbukti menghina alquran

Brigjen Agus Andrianto

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri telah merampungkan hasil ujinya terkait video berisi ucapan Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok), yang diduga menistakan agama.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto mengatakan, hasil uji labfor menyebutkan hanya terjadi pemotongan video. Sedangkan penambahan-penambahan tertentu tidak ditemukan sama sekali di dalam video itu.

"Hanya dipotong tidak ada penambahan dan tidak ada pengurangan," ujar Andrianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2016).

Ia menuturkan, setelah hasil uji labfor keluar pihaknya pun melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan dalam hal ini Ahok. Hasil klarifikasi pada mantan bupati Belitung Timur menyatakan bahwa memang tidak ditemukan juga penambahan dalam video yang telah dipotong itu.

"Kita sudah klarifikasi pada pak Ahok bahwa durasi pendek tidak ada penambahan," ujarnya.

Kendati demikian lanjutnya, proses penyelidikan dugaan penistaan kepada surah Almaidah 51 akan terus dilanjutkan. Karena hasil Labfor telah keluar maka langkah selanjutnya adalah mendatangkan para aksi ahli.

sumber: teropongsenayan